SURABAYA | duta.co – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Muhammad Kholili Ansori, mengaku terenyuh membaca tulisan putri Gus Dur (almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid), Neng Alissa Wahid yang beredar di media sosial: BAPAKKU BUKAN PEREKAYASA KONFLIK.

Direktur Political Education Cantre (PEC) Jawa Timur ini menyebut, ada pesan penting Gus Dur yang terlupakan, itu terlihat dalam tulisan Neng Lisa. “Bapak sedang mengumpulkan uang untuk Muktamar PKB, nak. Imin sudah nggak bisa dibiarkan terus-terusan begini.” Demikian kata Beliau saat itu. Beberapa kali Bapak bercerita soal bagaimana PKB harus diperbaiki dan tidak boleh dipegang oleh cak Imin. 

“Ini PR (pekerjaan rumah red.) paling serius bagi kader-kader PKB. Dan, pesan Gus Dur ini sudah terbukti. Sekarang PKB menjadi partai para elit. Diatur segelintir orang. Maka, hari ini, PKB harus dikembalikan sebagaimana keinginan Gus Dur, sebagai alat untuk membela kawula alit,” demikian Kholili Ansori kepada duta.co, Senin (19/4/21).

Masih menurut Kholili, terlalu lama PKB menyimpang dari arah perjuangan Gus Dur. Lebih parah lagi, mereka justru menggunakan ikon Gus Dur. Sejumlah kantornya ditulisi ‘Graha Gus Dur’, padahal apa yang dilakukan bertolak belakangan dengan perjuangan Gus Dur.

“Membaca tulisan Neng Lisa, bagaimana sikap Gus Dur ketika Cak Imin datang ke rumah bersama mbak Rustini, istrinya, sangatlah jelas. Gus Dur hanya menjawab pertanyaan Rustini dan mendiamkan Cak Imin. Ini terulang di banyak peristiwa lain,” jelasnya.

Dijelaskan, misalnya, bagaimana Gus Dur enggan menemui Lukman Eddy yang sudah sampai di Ciganjur. Tidak mau menemui. Sebagai orang yang blak-blakan dan mengingat bagaimana Gus Dur bersikap, bahkan kepada “musuh-musuh” politik sekali pun, respons Gus Dur, ini amat sangat jelas: tidak suka bertemu dengan mereka.

“Jadi, sekarang ini ada pesan penting Gus Dur yang harus diperjuangkan. PKB Cak Imin tidak bisa dibiarkan terus-terusan begini. Selain tidak ada manfaat untuk nahdliyin, kalau partai ini tidak dikembalikan kepada inti perjuangan Gus Dur, justru akan merusak khitthah NU,” pungkas Kholili Ansori sambil berharap kader-kader PKB mengerti soal ini. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry