JAKARTA | duta.co – Pemred TV One Karni Ilyas dikabarkan dipanggil oleh pihak Istana Presiden terkait siaran langsung Reuni 212. Apalagi setelah itu acara ILC yang dibawakan oleh Karni Ilyas mengambil topik melanjutkan aksi Reuni 212. Acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang disiarkan secara langsung dengan host Karni Ilyas, Presiden ILC, mengupas tuntas dampak Reuni Akbar 212 terhadap elektabilitas para capres pada Selasa tadi malam.

Capres yang dimaksud tentu saja Capres 01 Joko Widodo alias Jokowi dan Capres 02 Prabowo Subianto alias Prabowo.  Pada Pilpres 2019, Joko Widodo akan berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin, sedangkan Prabowo Subianto akan berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Apa yang dilakukan TVOne itu menjadi heboh sebab televisi lain tidak memberitakan aksi damai yang diikuti jutaan umat tersebut. Padahal, biasanya aksi dengan massa besar selalu mengundang televisi untuk siaran langsung. Karena itu Karni pun diisukan dikabarkan dipanggil Istana Presiden.

Isu atau desas desus Karni Ilyas dipanggil Istana Presiden Jokowi itu beredar di media sosial dan sejumlah grup percakapan, seperti whatsapp grup. Dalam isu yang beredar itu disebutkan, Karni Ilyas dipanggil Istana Presiden Jokowi terkait siaran langsung Reuni Akbar 212 yang dilakukan televisi swasta tersebut, Minggu (2/12/2018).Televisi swasta Tv One ini pun mendapat rating paling bagus dibandingkan televisi lainnya pada saat terjadi Reuni Akbar 212 tersebut.

Karni Ilyas pun memberi klarifikasi. Dia mengatakan, informasi atau isu pemanggilan dirinya ke Istana Presiden Jokowi adalah tidak benar. “Tidak benar,” ujar Karni Ilyas singkat.

Karni Ilyas juga menjelaskan bahwa dirinya atau Tv One hanya menjalankan tugas jurnalistik yakni memberitakan sebuah peristiwa yang terjadi di ruang publik. @karniilyas: Dear Pemirsa TV One; Terima kasih atas semua atensi dan apresiasi. Sesungguhnya kami hanya menjalankan tugas jurnalistik: memberitakan peristiwa yg terjadi di ruang publik. Tidak lebih.”

Isu soal TV One atau ILS dipanggil Istana bukan yang pertama. Hanya saja saat ini belum ada tanggapan Istana. Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, juga menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, yang mengatakan, batal tayangnya Indonesia Lawyers Club (ILC) Selasa (28/8) malam lalu karena penguasa panik.  “Kok tidak percaya diri ya? Selalu berprasangka buruk, selalu negative thinking,” katanya di Jakarta, Selasa (28/8).

Dia menuturkan, tuduhan Fadli Zon bahwa pemerintah mempersekusi ILC tidak bijak. Politikus Partai Golkar ini lantas memperingatkan Fadli Zon agar hati-hati berbicara. “Hati-hati loh, Anda (Fadli) menjatuhkan wibawamu loh,” ucapnya kesal.

Ngabalin menegaskan, penguasa tidak mempersekusi ILC. Dia juga menekankan, pemerintah tidak memiliki urusan apapun dengan acara talkshow itu.

“Apa urusannya pemerintah, apa urusannya Istana, apa urusannya presiden dengan urusan live atau tidak live dengan ILC?” tegasnya.

“Jangan cari simpatik, mencari elektabilitas dengan membuat cidera perasaan. Nggak boleh gitu dong. Saya tidak setuju dengan cara itu. Dia teman saya, tapi kalau begitu kelakuannya, kena libas nanti,” pungkas Ngabalin.

ILC batal tayang malam itu karena alasan teknis. Akun Twitter @ILC_tvOnenews mengabarkan, sebagai pengganti ILC diputar kembali #ILCPerangSocmed pukul 20.00 WIB.

“Kepada pemirsa setia ILC, mohon maaf dikarenakan adanya kendala teknis, kami sampaikan bawah hari ini, 28 Agustus 2018, untuk sementara #ILCTidakTayangLIVE. Sampai bertemu di ILC yang akan datang,” twitt akun tersebut.

Fadli Zon menduga, batal tayangnya ILC karena dipersekusi penguasa. Sama seperti pemerintah mempersekusi aktivis gerakan #2019GantiPresiden di sejumlah daerah.

“Wah jangan-jangan ILC dipersekusi juga via telepon penguasa. Semalam saya dihubungi jadi salah satu narsum. #rezimpanik,” ujarnya di akun @fadlizon.

Bukan hanya Fadli Zon,  Rocky Gerung pun ikut angkat bicara terkait batal tayangnya Indonesia Lawyers Club (ILC) edisi Selasa (28/8/2018). Rocky langsung menunjuk Istana di balik batalnya ILC tayang.

Hal itu terlihat dalam akun youtube Rocky Gerung yang menulis judul ‘ILC Batal Tayang Karena Kendala TEKNIS (Tekanan Istana). Mohon Maaf atas kedunguannya. Terima Kasih.

Melansir Wartakota, acara ILC yang berkali-kali mendapatkan penghargaan Panasonic Gobel Award (PGA) ini ternyata sudah beberapa kali mengalami gagal tayang.

Pada akhir 2016 ILC pernah tidak tayang dengan alasan libur padahal saat itu sedang ada isu-isu terhangat seperti salah satunya adalah aksi 212.  Pada awal 2017 ILC juga pernah gagal tayang tanpa alasan yang jelas dimana seharusnya tayang dengan judul “Makar”.

Dan pada 24 Januari 2017, ILC dengan tema “Membidik Rizieq” kembali gagal tayang dengan alasan yang juga tidak komperhensif.

Yang menarik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang bos besar TV One datang ke Istana dan makan siang bersamanya pada Selasa (28/8/2018) lalu.  Bos besar TV One yang diundang adalah Anindya Bakrie, konglomerat generasi ke-3 dari keluarga Bakrie.

Dikutip dari kontan.co.id, Anindya Bakrie merupakan Direktur Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).  PT Visi Media Asia Tbk merupakan grup usaha Bakrie yang bergerak di bisnis media. Grup usaha ini menaungi stasiun televisi ANTV, tvOne dan portal berita Vivanews.

Namun Anindya Bakrie memang tak diundang sendirian ke Istana dan makan bersama Presiden Jokowi. Anindya Bakrie diundang bersama putra-putri konglomerat lainnya.

Hal ini terlihat dari postingan akun twitter Presiden Jokowi yang mengunggah foto-foto bersama para konglomerat generasi ke-2 dan ke-3.

(hud/tbn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.