
SURABAYA | duta.co – Turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat anjlok hingga 8 persen, menimbulkan keresahan di kalangan pelaku pasar maupun masyarakat luas. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Presiden Gemantara Indonesia, Dr. Puguh Pamungkas.
Menurut Puguh, anjloknya IHSG berpotensi memicu turunnya kepercayaan investor, melemahnya fundamental ekonomi nasional, serta rapuhnya daya tahan sektor riil.
“Anjloknya IHSG adalah peringatan keras bagi bangsa ini. Jika tidak segera ditangani dengan langkah nyata, dampaknya akan merembet ke lapangan kerja, daya beli rakyat, dan keberlangsungan usaha kecil menengah,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Tak hanya itu, Puguh juga menyoroti dampak penurunan IHSG terhadap sektor perbankan dan keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menekan likuiditas perbankan sekaligus menurunkan kepercayaan nasabah.
“Risiko kredit macet meningkat, terutama dari sektor usaha kecil dan menengah,” tegasnya anggota DPRD provinsi Jawa Timur ini.
Selain sektor keuangan, Puguh turut menyinggung sektor energi dan pertambangan yang terdampak fluktuasi harga komoditas global.
“Energi dan Pertambangan, Fluktuasi harga komoditas global memperburuk kondisi perusahaan energi dan tambang. Penurunan investasi asing di sektor ini dapat mengurangi penerimaan negara,” ujarnya.
Di sektor konsumsi dan ritel, Puguh menilai pelemahan daya beli masyarakat menjadi persoalan serius akibat inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
“Perusahaan ritel menghadapi penurunan penjualan, yang berdampak langsung pada tenaga kerja,” katanya.
Sementara itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disebut menjadi pihak paling rentan dalam kondisi tersebut.
“Akses pembiayaan semakin sulit, sementara biaya produksi meningkat. Jika tidak dilindungi, UMKM bisa mengalami gelombang kebangkrutan,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Puguh menawarkan sejumlah langkah strategis sebagai jalan keluar dari ancaman ekonomi, di antaranya penguatan stabilitas fiskal dan moneter dengan menjaga defisit anggaran tetap terkendali, serta peningkatan transparansi dan kepastian kebijakan.
“Pemerintah harus menyampaikan arah kebijakan ekonomi secara jelas dan konsisten agar kepercayaan investor dan publik dapat dipulihkan,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap UMKM dan masyarakat kecil melalui pemberian stimulus fiskal, akses pembiayaan murah, serta dukungan teknologi agar tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.
“Diversifikasi Ekonomi, Mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dengan memperkuat industri manufaktur, energi terbarukan, dan ekonomi digital,” tuturnya.
Puguh juga menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi. “Menjamin bahwa setiap kebijakan ekonomi dijalankan dengan integritas, sehingga tidak ada kebocoran yang merugikan rakyat,” katanya.
Dengan demikian, Gemantara Indonesia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis tersebut.
”Pemerintah tidak boleh hanya berdiam diri, tetapi harus hadir dengan solusi konkret, jangan biarkan krisis kepercayaan semakin dalam,” pungkasnya. (rud)





































