Endah Prayekti, S.Si. M. Si
Dosen D-IV Analis Kesehatan

SEJUMLAH studi menunjukkan bahwa bahan-bahan alam sehari-hari, baik yang biasa dikonsumsi manusia ataupun limbahnya — misal kulit pisang, ampas tahu, air kelapa, ubi jalar dan bekatul— ternyata memiliki potensi nyata untuk digunakan sebagai media tumbuh mikroorganisme.

Studi media pertumbuhan mikroorganime alternatif ini membuka peluang menekan biaya laboratorium sekaligus memperkenalkan pendekatan berkelanjutan pada pendidikan di bidang mikrobiologi.

Studi dilakukan dengan membandingkan media alternatif dengan media gold standard yang digunakan di laboratorium. Perbandingan dengan media gold standard bertujuan untuk mengungkap potensi daya dukung media terhadap mikroorganisme. Tepung kulit pisang dapat dijadikan media untuk pertumbuhan Candida dan Aspergillus.

Tepung ampas tahu dapat digunakan untuk menumbuhkan bakteri maupun jamur. Media alternatif dibuat dengan memanfaatkan bagian tanaman ataupun hewani yang mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi, yang kemudian dilarutkan dalam aquadest dengan pemanasan.

Peruntukan media dapat digunakan untuk media pertumbuhan bakteri dan jamur, namun harus disesuaikan pH media agar sesuai yang dibutuhkan mikroorganisme.
Sebagaimana media alternatif dari bahan alami yang tidak terkontrol komponen nutrisinya tidak seperti halnya medium sintetik pabrikan yang dijadikan gold standard, media pertumbuhan alternatif masih perlu optimasi.

Namun demikian, untuk pembelajaran laboratorium Pendidikan, untuk mikroorganisme bakteri dan jamur non pathogen, media pertumbuhan alternatif ini dapat digunakan. Selain memiliki nilai ekonomis, juga mampu menstimulasi ide-ide kreatif dari siswa ataupun mahasiswa pada bidang pengembangan media alternatif. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry