JAKARTA | duta.co – Cerdas! Ide mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu dengan menggagas monumen patung Mobil Esemka, sungguh cerdas. Apalagi alasannya agar tidak terjadi lagi pencitraan berbasis kebohongan.

“Untuk menjaga agar tidak terjadi lagi pencitraan berbasis kebohongan mungkin suatu saat kita buat Monumen anti kebohongan berupa patung mobil esemka,” kicau Said di akun twitternya @saididu, diramaikan media online Selasa (1/1/2019).

Dalam pantuan duta.co, Muhammad Said Didu juga Retweeted Heri Sebayang. “Saat saya sbg Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, saya “dibujuk” utk rekomendasi mobil ini tapi saya tolak krn saya yakin ini kebohongan,” katanya.

Said tak lupa mengimbau para nitizen, bagi yang setuju re-twiit dan yang tidak setuju harap cukup klik like.

Dia juga menjawab komentar miring. “Setiap saya mention substansi dan fakta-jawaban para buzzer seragam “sakit hati krn dipecat” padahal dari dulu saya seperti itu. Makin dijawab seperti itu, makin semangat saya utk buka apa yg saya tahu,” jelasnya.

Hingga siang ini diturunkan puluhan ribu lebih nitizen melakukan re-twitt. Sementara seribuan lebih meng-klik like. Ada juga nitizen yang memberi jempol.

Said Didu mengaku, dirinya hampir terjerumus dalam drama janji palsu mobil Esemka tersebut. Namun dirinya yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menolak lantaran yakin adanya kebohongan.

“Tahun 2012-2013, saya sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia ada yang minta agar “mendukung” mobil Esemka – jawaban saya, bagi Insinyur yang paham kaidah-kaidah Insinyur pasti sulit percaya bahwa mobil tersebut produksi Indonesia. Bisa cek Twitter saya tentang sikap saya tersebut,” ungkap Said Didu.

Sudah lama Said Didu tak percaya soal mobil Esemka. Mantan komisaris di beberapa BUMN ini memang bersuara lantang mengkritik mobil Esemka.

Dalam jejak digital, Said Didu tak meyakini bahwa Esemka bakal bisa diproduksi menjadi mobil nasional. “Banyak orang bisa buat mobil, bahkan pesawat (kelayakan), tapi tidak banyak yang bisa produksi (kelayakan). ‘Membuat’ berbeda dengan ‘Memproduksi,” ungkap Said Didu dalam twittnya medio Juli 2012.

Ide Said Didu ini bisa membuat Jokowi repot, bahkan klepek-klepek. Setidaknya menambah daftar panjang Jokowi yang gagal mewujudkan janjinya. Apalagi soal mobil Esemka ini sudah dikampanyekan KH Ma’ruf Amin, bahwa, Oktober 2018 akan diproduksi besar-besaran. Buktinya? Nah layak dijadikan monumen atau patung kebohongan, memang. (jto,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.