Raditya bersama ibunya Sumarni usai prosesi wisuda di UWKS, Sabtu (17/10/2020). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Meraih gelar sarjana memang tidak mudah. Jauh lebih tidak mudah ketika yang meraihnya memiliki keterbatasan fisik.

Itu pula yang dirasakan Raditya Sandi Pradana. Walau divonis mengidap penyakit multiple sclerosis (MS) namun tak menghalangi Radit meraih gelar dokter hewan dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).

Sabtu (17/10/2020), Radit menjadi satu dari 500 lebih mahasiswa UWKS yang diwisuda Rektor Prof Sri Harmadji. Wisuda drive thru itu memang berbeda dari biasanya wisuda karena pandemi Covid-19.

Sehingga mahasiswa harus diantar mobil atau motor, lalu turun menemui dekan dan rektor untuk bersalaman jarak jauh atau namaste.  Setelahnya wisudawan harus kembali ke kendaraan masing-masing.

Radit berbeda. Turun dari mobil, dia harus dipapah dua laki-laki di kanan kirinya. Berhenti di depan dekan dan rektor masih dipapah, hingga masuk kembali ke dalam mobil juga harus dipapah.

Cowok kelahiran Surabaya, 14 Mei 1997 itu memang tidak mampu berjalan sendiri. Tubuhnya gemetar. Kakinya tak mampu berdiri menyangga badan.  “Kalau tidak dipegani dia bisa jatuh. Kalau jatuh saya tidak tau apa yang akan terjadi,” kata ibu Radit,  Sumarni.

Saat wisuda, ada lima orang yang mengantar Radit, salah satunya sang bunda, Sumarni dan Broden. Broden adalah tetangga rumah mereka dan sangat setia mengantarkan jemput Radit kuliah di UWKS.

Sumarni tak kuat menahan tangis ketika putranya sudah selesai menempuh pendidikan formalnya hingga lulus jadi dokter hewan.

Diceritakan Sumarni, Radit masuk kuliah pada 2015 lalu. Waktu itu kondisinya sangat sehat. Namun pada 2018, kejadian tak mengenakkan dialami. Saat itu Radit merasa kakinya tidak bisa digerakkan saat turun dari kereta di Stasiun Gubeng Surabaya. “Tidak tahu sebabnya apa. Waktu itu Radit saya papah hingga bisa masuk mobil dan pulang ke rumah,” ujar Sumarni.

Seminggu setelahnya, Radit dibawa ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, diketahui Radit mengalami multiple sklerosis (MS).  Penyakit ini sama dengan yang diderita presenter Pepeng. Di mana tubuh gemetar dan tidak bisa berjalan. “Anak saya merangkak atau merambat di tembok kalau mau ke kamar mandi atau keluar dari kamarnya,” ujar Sumarni yang mengajar  di SMA YP 17 Surabaya itu.

Sejak divonis menderita Ms, Radit memutuskan cuti kuliah selama satu tahun. Setelah itu, dia kembali melanjutkan kuliahnya yang tinggal beberapa langkah lagi. “Kuliah tidak bisa jalan. Untung ada Pak Broden, tetangga rumah yang setia mengantar jemput, bahkan sampe Radit duduk di dalam kelasnya,” tutur Sumarni.

Secara fisik, Radit memang memiliki keterbatasan. Namun kepandaiannya tidak berkurang sedikitpun. Bahkan skripsinya diselesaikannya tepat waktu. “Memang tidak bisa disembuhkan, tapi kami hanya berharap adanya keajaiban dari Alloh,” tandasnya.

Radit yang ditemui hanya bisa tersenyum. Dia sepatah-sepatah mengungkapkan rasa senangnya bisa lulus kuliah. Bahkan ketika teman dan orang-orang terdekatnya mengucapkan selamat dan mendoakannya, Radit hanya tersenyum dan mengucapkan kata amin.  “Saya berharap Radit bisa sembuh sehingga bisa mengamalkan ilmunya,” tukas Radit.

Wisuda di semester genap ini digelar UWKS secara drive thru setelah sebelumnya sukses menggelar dengan cara serupa pada semester ganjil. Wisuda driver thru digelar karena kondisi pandemi Covid-19. Meskipun wisuda ini dilaksanakan dengan cara drive thru tetap tidak menghilangkan esensi dari prosesi wisuda.

“Panitia wisuda merancang prosesi wisuda drive thru ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelumnya panitia telah memberikan tutorial wisuda drive thru secara daring via youtube dan sosial media untuk dipelajari wisudawan di rumah dan acara wisuda hari ini juga live di youtube dan sosial media UWKS,” terang Ir H Soepriyono selaku Wakil Rektor Bidang Akademik.

Acara wisuda drive thru kali ini mengambil tema berprestasi di tengah pandemi. Meskipun dalam masa pandemi namun mahasiswa-mahasiswa UWKS mampu memborong juara-juara tingkat nasional dan internasional.

Rektor UWKS Prof Sri Harmadji  mengucapkan terima kasih kepada 23 mahasiswa berprestasi. tak kalah dengan mahasiswa, sebanyak 15 dosen mendapat hibah dikti dan 82 dosen mendapat hibah internal.

Wisuda drive thru itu ikuti oleh 503 wisudawan dengan rincian 29 wisudawan dari Fakultas Teknik, 18 wisudawan dari Fakultas Pertanian, 67 wisudawan dari Fakultas Hukum.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis diikuti 125 wisudawan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diikuti 8 wisudawan, Fakultas Bahasa dan Sains diikuti 48 wisudawan, 98 wisudawan dari Fakultas Kedokteran dan 83 wisudawan dari Fakultas Kedokteran Hewan. Dari jumlah itu, sebanyak 62 wisudawan berpredikat Pujian (cumlaude). end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry