Pimpinan Bank Indonesia dan tim dari Universitas Airlangga berfoto bersama usai pembukaan ICIEBP 2026 di ajang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026, Grand City Convex, Jumat (25/9/2026). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – The 5th International Conference on Islamic Economics, Business, and Philanthropy (ICIEBP) dibuka Jumat (26/9/2026).

Seminar tahunan kerja sama Universitas Airlangga (Unair) dan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menjadi Flagship Seminar Festival Economi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Jumat (25/9/2026).

Konferensi tingkat internasional ini menghimpun peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Inggris, hingga Thailand.

Tahun ini, ICIEBP mengusung tema “Value Chain Halal, Mentransformasi Fintech dan Inovasi Keuangan Islam: Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Tangguh”.

Konferensi ini juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai co-host, di antaranya Politeknik Negeri Banjarmasin, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Sultan Agung.

Wakil Rektor Unair Bidang Sumber Daya Manusia, Prof Dr Ardianto mengatakan ekonomi global saat ini tengah mengalami transformasi besar. Hal itu diakibatkan dinamika teknologi digital, tantangan iklim, serta pergeseran rantai pasok global.

Dikatakannya, ekonomi halal kini tidak lagi dipandang sempit sebatas sertifikasi makanan, melainkan telah meluas ke sektor keuangan, manufaktur, farmasi, kosmetik, pariwisata, hingga logistik.

Dia menambahkan berdasarkan data State of the Global Islamic Economy (SGIE 2024/2025), pengeluaran konsumen muslim global di sektor ekonomi halal mencapai USD 2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan menembus USD 3,5 triliun pada 2029.

Aset keuangan Islam global tercatat sebesar USD 5,9 triliun pada 2024 dan diperkirakan mendekati USD 9,7 triliun pada 2029.

“Sektor makanan halal menyumbang sekitar USD 1,5 triliun, sementara penerbitan sukuk global melampaui USD 250 miliar,” katanya.

Di tingkat nasional, data Bank Indonesia menunjukkan bahwa rantai nilai halal (halal value chain) menyokong hampir 20% dari ekonomi nasional, dengan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah berada di kisaran 10% hingga 12%.

Aset perbankan syariah Indonesia juga mencatatkan rekor bersejarah dengan menembus angka Rp1.000 triliun pada akhir tahun lalu (Oktober 2025), sementara total industri keuangan syariah secara luas telah melampaui Rp3.000 triliun.

Namun, Indonesia saat ini masih menempati peringkat ke-4 dalam lanskap ekonomi Islam global, di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

“Hal ini menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi akademisi dan praktisi di Indonesia untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Donni Fajar Anugrah, Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur mengaku sangat terhormat menyambut semua undangan dalam kegiatan Flagship Seminar Festival Ekonomi Syariah Jawa Jawa (FESJa) ke-11 dan ICIEBP ke-5 ini.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Airlangga serta seluruh instansi yang berpartisipasi atas kolaborasi luar biasanya dalam menyelenggarakan acara penting ini,” katanya.

Fokus Pembahasan dan PhD Colloquium

Selama konferensi berlangsung, sebanyak 97 makalah riset dipresentasikan melalui 7 ruang diskusi paralel (breakout rooms) dan 7 ruang virtual.

Diskusi terbagi ke dalam lima klaster tematik utama yakni halal value chain dan sektor riil syariah, pembiayaan syariah dan commercial finance, filantropi Islam untuk pemberdayaan dan inklusi sosial, transformasi digital dan indeks keuangan syariah, literasi ekonomi islam, inklusi, dan sinergi kebijakan.

Selain presentasi utama, ajang PhD Colloquium juga memberikan panggung bagi para peneliti muda untuk membedah isu-isu krusial seperti tata kelola wakaf, adopsi fintech, hingga ketahanan rantai pasok halal terhadap perubahan iklim.

Melalui penyelenggaraan ICIEBP 2026, Universitas Airlangga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, tangguh, serta berlandaskan nilai-nilai Excellence with Morality. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry