
JOMBANG | duta.co – Udara pagi Jombang pada Sabtu (9/8/2025) terasa berbeda. Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang dipenuhi warna merah putih yang berkibar di antara tawa, sapa hangat, dan langkah antusias ratusan peserta Jalan Sehat Kemerdekaan.
Acara yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disdikbud Jombang ini bukan sekadar olahraga. Di balik langkah-langkah santai, ada pesan besar menumbuhkan rasa cinta tanah air dan merawat persatuan.
Pembina Dharma Wanita Kabupaten Jombang, Hj. Yuliati Nugrahani Warsubi, hadir melepas peserta. Mengenakan busana olahraga sederhana, ia membaur, menyalami, dan menyemangati satu per satu rombongan.
“Jalan sehat ini bukan hanya untuk tubuh yang bugar, tapi juga untuk mempererat silaturahmi dan mengingatkan kita akan pentingnya hidup sehat serta menjaga persatuan bangsa,” ujar Nyonya Bupati ini dengan menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diingat pada upacara, tapi juga lewat kegiatan kebersamaan.
Ratusan peserta dari pengurus DWP Disdikbud, DWP SMP Negeri, DWP satuan pendidikan kecamatan, DWP unit kerja SKB, MKKS SMP Negeri, K3S SD, kepala SKB, hingga forum silaturahmi DWP Disdikbud, memadati titik start. Mereka berjalan menyusuri rute kota sambil bercengkerama, bershalawat, dan sesekali menyanyikan lagu perjuangan.

Plh. Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membuat acara ini meriah.
“Semangat kemerdekaan kita wujudkan lewat kegiatan yang menguatkan kebersamaan. Keterlibatan UMKM juga menambah warna perayaan ini,” katanya.
Kompak dan penuh dukungan, kegiatan ini melibatkan Disdikbud Jombang, KBIHU Thoriqul Janah, MKKS SMP Negeri, CV Pangan Berkah Sentosa, Bank Jatim Cabang Jombang, PT Atlantic Biruraya, RSUD Jombang, Dinas Perhubungan, dan Polsek Jombang Kota.
Yuliati berharap kemeriahan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus terus dijaga.
“Dengan semangat gotong royong, kita bisa merayakan kemerdekaan secara sederhana, namun penuh makna. Seperti para pejuang dulu, kita pun bisa berjuang dari hal-hal kecil yang membangun kebersamaan,” pesannya.
Di tengah peringatan HUT RI ke-80, langkah-langkah santai pagi itu menjadi simbol bahwa nasionalisme tidak selalu hadir di medan perang, tetapi juga di jalanan kota, di antara senyum, peluh, dan lagu perjuangan yang tak lekang oleh waktu. (din)






































