BENTUK ES: inilah bentuk es di Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, seperti kristal. (Foto: DOK)

MADIUN | duta.co – Hujan es dilaporkan terjadi di sejumlah desa, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (21/2/2022) siang lalu. Tak pelak, kejadian itu membuat heboh warga, disusul mengabadikan kejadian dengan kamera ponsel.

Kejadian serupa sempat terjadi di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Minggu (20/2/2022) sekitar pukul 14.00 WIB siang lalu. Kejadian itu pun membuat heboh warga desanya terjadi fenomena hujan es, membuat warga dan pengendara mobil terkejut.

“Hujan es itu jelas kejadian langka atau jarang ditemui selama ini. Seumur-umur baru kali ini langsung saya rasakan. Saat itu, saya lagi pick up, mendengar ada suara seperti benda kecil menimpa kap dan atap mobil,” jelas Harsono.

Ia pun sempat memperhatikan ternyata ada kejadian hujan es, berjarak beberapa meter dari rumah. Setiba di garasi mobil, langsung memperhatikan sekitar dan sejumlah tetangga terlihat dari teras rumah mengabadikan kejadian itu.

Menurutnya saat kejadian disertai hujan deras selama 20-30 menit, sehari sebelum kejadian kondisi malam gerah. Disusul, pagi hari ada awan putih, tidak disangka siang hari terjadi hujan es.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan tentang fenomena hujan es. Hujan lebat dan hujan es disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat sering terjadi pada masa transisi atau pancaroba. Baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Indikasi akan terjadinya hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang juga berdurasi singkat. Biasanya, satu hari sebelum terjadi fenomena hujan es, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Naiknya suhu udara diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat.Hal ini ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai kelembaban yang cukup tinggi, ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%).

Kemudian, mulai pukul 10.00 WIB apagi akan terlihat awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis) yang mulai terbentuk. Di antara awan Cumulus, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepi yang sangat jelas berwarna abu-abu dan menjulang tinggi seperti bunga kol.

Selanjutnya, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam, yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Awan Cumulonimbus menyebabkan pepohonan mulai bergoyang cepat. Basanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras yang turun tiba-tiba. (ags)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry