SUKOHARJO | duta.co – Indonesia memiliki kekayaan luar biasa yang terkandung dalam nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal, dan karya-karya kebudayaan.

Hal ini merupakan potensi untuk membangun moderasi beragama dan meneguhkan negara sebagaimana semboyan bhineka tunggal ika.

“Banyak contoh nilai-nilai agama dan kepercayaan yang secara inklusif telah berkembang menjadi “way of life” di masing-masing daerah. Misalnya, bahwa semua agama mengajarkan untuk saling mengormati dan memuliakan, tolong menolong dalam kebaikan, dan lain-lain,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah KH Taslim Syahlan.

Taslim mengatakan hal itu dalam Sarasehan Pemberdayaan Potensi Daerah dan Percepatan Moderasi Beragama di Gedung Menara Wijaya, Jl. Jend Sudirman No. 199 Kabupaten Sukoharjo, Rabu (13/10/2021).

Peserta sarasehan terdiri dari unsur FKUB kabupaten/kota, Kesbangpol dan Kemenag se-eks Karesidenan Surakarta (Solo Raya) yaitu Kota Surakarta/Solo, Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar

“Demikian halnya dengan kearifan lokal yang berkembang sejak berabad-abad lalu seperti, budaya “sonjo” (saling berkunjung), budaya “weweh” (saling memberi), budaya “sambatan” (gotong royong), dan sebagainya,” lanjutnya

Menurut Taslim, hal itu merupakan kekayaan utama bangsa Indonesia. Sebab, kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dapat terus terjalin dengan nilai-nilai luhur kearifan lakal tersebut. “Masing-masing daerah memiliki potensi yang perlu dieksplorasi secara maksimal,” tandasnya.

Dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) ini juga menilai kasus radikalisme yang muncul belakangan ini bisa dihindari dengan kesadaran akan kearifan lokal yang meneguhkan nasionalisme.

“Saya rasa tidak bakalan ada kasus-kasus radikalisme maupun intoleranisme yang rame di medsos,” ujarnya.

Untuk itu Taslim pun berharap semua komponen FKUB yang ada di seluruh Jawa Tengah untuk lebih solid membangun moderasi berbasis kearifan lokal. “Kedepan semua FKUB yang ada di Jawa Tengah bisa gotong royong antar budaya masing-masing agama dengan tujuan agar kerukunan dan persatuan serta perdamaian antarumat beragama tetap terjaga dengan baik,” tutupnya. (rif)

Keterangan foto:
Suasana sarasehan percepatan moderasi beragama di Gedung Menara Wijaya, Jl. Jend Sudirman No. 199 Kabupaten Sukoharjo (dok)
Para pegiat FKUB berfoto bersama usai sarasehan di Gedung Menara Wijaya, Jl. Jend Sudirman No. 199 Kabupaten Sukoharjo (dok)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry