Cuplikan video yang menysasar komunitas nahdliyin.

SURABAYA | duta.co – Medsos nahdliyin kembali kemasukan potongan video pendek (TikTok), isinya eks ‘HTI Merebut Kekuasaan’. Di atas tertulis jelas: JEJAK DIGITAL, warna merah. Video ini diproduksi akun @not_not_tpou.

Ada juga kalimat warning: ‘HARUS TAHU DAN PAHAM SIAPA DI DALAM DEKLARASI CEPRES ANIS BASWEDAN’. Durasinya tidak panjang, 02:52 menit. “Dari sebelah,” begitu komentar pengirim video pendek itu terbaca duta.co, Selasa (12/12/23).

“Jejak digital, memang, sulit dihilangkan. Saya kira konten-konten seperti ini hanya untuk mengingatkan publik, bahwa, masih ada ancaman serius terhadap Pancasila. Masih ada yang ngotot ingin menghidupkan khilafah. Hebatnya, mereka bicara atas nama Agama,” demikian Koordinator Nasional Himpunan Santri Nusantara  (HISNU), Yusuf Hidayat kepada duta.co.

Menurut Gus Yusuf, kelompok radikal itu ada, dan fakta. Mereka ini masih terus ngotot menegakkan khilafah di Republik Indonesia. Mereka tidak mau tahu, bahwa, Indonesia itu majemuk, terdiri dari berbagai macam agama dan, mereka juga ikut berjuang demi kemerdekaan RI.

“Nah, sekarang mereka paham, bahwa, musuh utamanya itu NU. Mengapa? Karena bagi NU, Pancasila itu sudah final. Tidak boleh diotak-atik, NU siap mengamankan NKRI,” terang alumni PP Tebuireng ini.

Redaksi duta.co mencoba memburu konten dimaksud. Ada kemiripan dengan agenda dari Kelompok Majelis Sang Presiden yang, mendeklarasikan Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2024. Kelompok ini diisi mulai dari simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kawan-kawan dari Front Pembela Islam (FPI), hingga eks Narapidana Terorisme. Wakila, mereka sempat menggelar acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 7 Juni 2022

Website tempo.co misalnya, membuat judul menarik: Di Balik Deklarasi Anies Baswedan Capres 2024, Ada Eks HTI hingga Napi Terorisme. Di sini juga terjadi tarik-ulur soal bendera HTI yang ikut berkibar di lokasi. “Kami butuh sosok Anies jadi Presiden, karakter beliau sangat dibutuhkan bangsa ini dari segi amanah, ya banyak faktor yang sifatnya Anies ini sudah layak dan amat sangat layak,” demikian Alif Akbar bin Abdurahman Al Yamani, yang mengaku sebagai eks simpatisan Front Pembela Islam terunggah tempo.co.

Kembali ke isi video akun @not_not_tpou, tampak seorang lelaki yang disebut EKA JAYA memberikan sambutan. “Pada saat ini, kita mafhum, sama kita ketahui, kita butuh kekuasaan, kita butuh negara…, kita harus raih, kita harus rebut saudara,” demikian lelaki tersebut.

Lelaki berjenggot yang disebut EKA JAYA itu kemudian menyingkap pentingnya persatuan. Kalau sudah bersatu, apa saja bisa dilakukan. “Khilafah harus bisa tumbuh dengan cara kita. Kenapa? Khilafah dari Allah, yang memakai syariat Allah, kalau mereka tidak setuju dengan itu, keluar dari bumi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” jelasnya.

Nah, inilah yang menurut Gus Yusuf, ancaman serius NKRI masa depan. Karena itu, ia lebih memilih pasangan Ganjar-Mahfud yang disebutnya sebagai nasionalis religius. “Jadi, ini tidak bisa dianggap remeh. Karena itu, bagi nahdliyin ‘haram’ berkumpul dengan pendukung pasangan calon yang didalamnya adalah orang-orang radikal, anti keberagamaan,” tutupnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry