SURABAYA | duta.co – Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, tak boleh lepas dari spirit yang melatarbelakanginya, yakni Resolusi Jihad Hadratussyaikh Hasyim Asyari Tebuireng. Atas permintaan fatwa oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo,  Mbah Hasyim mewajibkan umat Islam mempertahankan kemerdekaan RI dari serangan (penjajah) Sekutu.

“Semangat mempertahankan kedaulatan NKRI ini, tak boleh luntur. Hari ini, kedaulatan ekonomi kita, rapuh. Terjajah kepentingan asing. Semangat Mbah Hasyim perlu digelorakan kembali dengan mengangkat tema ‘Resolusi Jihad Kebangkitan Ekonomi’,” demikian disampaikan Anwar Sadad, Sekretaris Koordinasi Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim, kepada duta.co, Sabtu (13/10/2018).

Resolusi Jihad Kebangkitan Ekonomi ini, lanjutnya, diputuskan dalam rapat koordinasi, Jumat malam 12 Oktober di Graha Astranawa Jln Gayungsari Timur. Hadir dalam rapat tersebut Soepriyatno (Ketua BPP), Basuki Babussalam (Sekretaris), Anwar Sadad (Ketua Harian), Renville Antonio (Demokrat, Wakil Ketua), Achmad Rubai (PAN, Wakil Ketua), Irwan Setiawan (PKS, Wakil Ketua), Cucuk Sunario (Gerindra, Wakil Ketua), Didi Junaidi (Berkarya, Wakil Ketua).

Ada Orasi Pentingnya Kebangkitan Ekonomi

Masih menurut Sadad, spirit Resolusi Jihad tersebut jangan sampai tergerus oleh Hari Santri yang hanya disimbolisasi sebatas Sarung, sehingga melupakan fundamental ekonomi. Semangat Jihad yang disuarakan Mbah Hasyim adalah untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, termasuk kedaulatan ekonomi.

“Kita bangkitkan kembali semangat itu. Kita gelar pawai napaktilas kebangsaan bersama cawapres Sandiaga Salahudin Uno dengan pawai iring-iringan kendaraan jeep, dimulai dari Jombang finish di Tugu Pahlawan Surabaya. Berikut adalah aplikasi gerakan ekonomi umat,” tegasnya.

Pawai tersebut akan melintasi beberapa pesantren yang menjadi saksi sejarah kelahiran Resolusi Jihad. “Dalam kegiatan tersebut Cawapres Sandiaga akan menyampaikan orasi kebangsaan bertema “Resolusi Jihad Kedaulatan Ekonomi” sebagai refleksi Hari Santri Nasional, acara dilaksanakan Ahad 21 Oktober 2018,” tambahnya. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.