VAKSIN : Para relawan KILL (Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid 19) terus bergerak mengadakan program Home Care Home Delivery (penyelenggaraan vaksinasi di lokasi lansia berada) Kill Covid 19 di Griya Usia Lanjut Santo Yosef, Jelidro. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Melanjutkan program Home Care & Home Delivery, para relawan yang tergabung dalam KILL (Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid 19) terus bergerak. Senin, 26 April 2021 mengadakan program Home Care Home Delivery (penyelenggaraan vaksinasi di lokasi lansia berada) Kill Covid 19 di Griya Usia Lanjut Santo Yosef, Jelidro.

Di sini sekitar 200 lansia (mereka yang telah berusia di atas 60 tahun) ditemani oleh pendamping mendapatkan vaksinasi Sinovac Multidose. Selain di Griya Usia Lanjut Santo Yosef, acara ini juga dilaksanakan di beberapa rumah sakit yang terlibat dalam KILL Covid 19, yaitu (RS Adi Husada)-Surabaya Utara, RSPAL Dr Ramelan, RKZ (Surabaya Selatan), Rumah Sakit Darmo (Surabaya Pusat) dan Klinik Gotong Royong (Surabaya Timur) serta National Hospital (Surabaya Barat).

 “Dengan mengunjungi para lansia, salah satunya di Griya Usia Lanjut Santo Yosef, tim Relawan KILL Covid 19 berharap bisa lebih dekat dengan para lansia untuk memberikan vaksinasi anti Covid 19 sekaligus membangun kekebalan bagi mereka, “ ungkap dr ungkap Inna Widjajanti, Ketua KILL Covid 19 Surabaya.

 Inna menambahkan komunitas lansia memang menjadi fokus tim KILL Covid 19, melalui program Home Care dimana mereka akan menjembatani para lansia yang tidak bisa datang ke tempat vaksinas, atau mereka yang kesulitan untuk beraktivitas. Sehingga para relawan yang terdiri atas para dokter dan didukung oleh segenap lapisan masyarakat mampu lebih dekat dengan komunitas lansia.

Inna Widjajanti yang juga seorang pengurus PKFI (Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan)  menyebutkan bahwa  vaksinasi ini gratis untuk lansia. Selain itu, warga lanjut usia (lansia) merupakan kelompok masyarakat dengan risiko tinggi tertular Covid-19. Suasana vaksinasi berjalan hangat, para lansia mengaku tidak sakit ketika mendapatkan suntikan dari para tenaga medis.

“Nggak sakit kok, nggak sakit. Saya pikir sakit. Saya ingin sehat,” ungkap Opa Jansen usai disuntik. Meski berusia lebih dari 80 tahun, dia mengaku tidak takut setelah disuntik. Pasalnya banyak teman-temannya yang bercerita bila disuntik vaksin anti Covid sakit.

Perhatian kepada lansia memang menjadi hal yang diutamakan oleh KILL Covid 19 di Surabaya. Hal ini juga diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan mencatat 47,3 persen pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia merupakan lansia di atas 60 tahun. Untuk itu pemerintah memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 pada 21 juta lansia di Indonesia, namun hingga awal April 2021 baru 10 persen dari target tersebut yang tercapai.

Oleh karena itu untuk mendukung percepatan target vaksinasi lansia, Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILLCOVID19) menginisiasi lahirnya Program Home Care (penjemputan lansia menuju sentra vaksinasi) & Home Delivery (penyelenggaraan vaksinasi di lokasi lansia berada).  Nantinya aktivitas KILL Covid 19 Surabaya juga bekerja sama dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mencari sebanyak mungkin para lansia yang belum tervaksin untuk mencegah penularan virus Covid 19. Termasuk dengan beberapa komunitas lansia maupun panti wredha yang ada di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Meski begitu, sasaran KILL Covid 19 tidak hanya terbatas para lansia.

Kelompok umur diluar lansia, juga bisa mendapatkan vaksin dengan mengantarkan 2 lansia yang tervaksin.  Sehingga melalui kegiatan ini selain lansia, kelompok umur yang lain juga ikut tervaksin. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry