DIRAWAT: KH Noer Iskandar SQ dalam masa perawatan di RS Siloam Kebun Jeruk Jakarta Barat. Tampak anggota Srimulat Tarsan, Kadir dan beberapa komedian lain saat membesuk Pengasuh Ponpes Asshidiqiyah di rumah sakit. DUTA/ISTIMEWA
DIRAWAT: KH Noer Iskandar SQ dalam masa perawatan di RS Siloam Kebun Jeruk Jakarta Barat. Tampak anggota Srimulat Tarsan, Kadir dan beberapa komedian lain saat membesuk Pengasuh Ponpes Asshidiqiyah di rumah sakit. DUTA/ISTIMEWA

SURABAYA  – Pengasuh Ponpes Asshidiqiyah Kebon Jeruk Jakarta Barat, KH Noer Iskandar SQ dikabarkan telah meninggal dunia melalui media sosial (medsos) adalah hoax. Sebab hingga saat ini beliau masih dirawat rumah sakit Siloam dan kondisinya terus membaik.

Muhammad Abid Umar salah satu keponakan KH Noer Iskandar SQ membenarkan bahwa pendiri Ponpes Asshidiqiyah itu masih dirawat di RS Siloam Kebun Jeruk Jakarta Barat.

“Kabar yang beredar di Sosmed bahwa KH Noer Iskandar SQ meninggal itu tidak benar adanya. Saya barusan menelepon beliau,” ujar Gus Abid sapaan akrab Muhammad Abid Umar saat dikonfirmasi Kamis (29/12) kemarin.

Lebih jauh, cucu pengasuh Ponpes Ploso Kediri ini menjelaskan bahwa KH Noer Iskandar SQ harus dirawat di rumah sakit karena telat melakukan cuci darah akibat penyakit ginjal yang diderita. Ia juga sempat menunjukkan foto ketika pelawak Srimulat di antaranya Tarsan, Kadir dan beberapa komedian lain  membesuk KH Noer Iskandar di rumah sakit.

Senada Sekretaris PWNU Jatim, Prof Dr Muzakki Phd juga membantah bahwa kabar KH Noer Iskandar SQ meninggal dunia itu adalah hoax. Pasalnya hingga saat ini belum ada kabar terkait jabar tersebut dari jajaran pengurus NU baik di PBNU maupun PWNU Jatim. “Itu kabar hoax Mas, kalau benar tentu berita itu sudah menyebar ke jajaran pengurus NU,” ungkapnya.

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini meminta kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati ketika menerima pesan atau menyebar pesan lewat media sosial. Terlebih dalam agama Islam sudah mengajarkan supaya mengedepankan tabayun (klarifikasi) ketika mendapat info yang belum dijamin kebenarannya.

“Jangan asal menerima atau menyebar pesan yang belum tentu kebenarannya sebelum diklarifikasi ke sumber yang terpercaya. Sebab dampaknya bisa nenimbulkan keresahan pada pihak keluarga KH Noer Iskandar SQ khususnya maupun warga NU pada umumnya,” harap Prof Muzakki.

Sekadar diketahui, KH Noer Muhammad Iskandar SQ merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Kiai kharismatik yang juga politikus partai PPP ini lahir pada 5 Juli 1955 dari pasangan KH Iskandar dengan Hj Rabiatun. Di jajaran PBNU, beliau juga menjabat salah satu pengurus mustasyar PBNU. (ud)

Tinggalkan Balasan