JAKARTA | duta.co – Sejatinya sudah tinggal hitungan hari, Sabtu 31 Junuari 2026. Tetapi, kini undangan yang menyertakan nama KH Yahya Cholil Staquf (Ketua PBNU) dan KH Rais Aam PBNU (KH Mistachul Akhyar), beredar dengan silang merah (HOAX) alias tidak benar. Ini jelas membuat nahdliyin ogah ke tempat acara.

“Ini menunjukkan islah belum tuntas. Selama ini masih saling klaim. Apa sulitnya duduk bersama? Lalu mengakui semua keputusan PBNU sebelum saling memakzulkan. Belakangan kita melihat nama Gus Ipul (Saifullah Yusuf) sebagai Sekjend PBNU, tidak ada. Dan tidak ada penjelasan, ini aneh,” demikian disampaikan Drs H Abd Kholiq, nahdliyin Jawa Timur kepada duta.co, Senin (26/1/26).

Menurut Cak Kholiq, panggilan akrabnya, Harlah NU (100 Tahun) ini sangat tepat untuk merenung, introspeksi diri bagaimana jamiyah bisa memberikan maslahah yang banyak kepada umat. “Bukan sibuk soal konflik. Terus terang, yang begini ini, akan memalukan nahdliyin di bawah. Sekarang sudah melebar, muncullah SK baru di sejumlah PCNU yang kontroversi,” tegasnya.

Seperti diberitakan nu.or.id, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf telah meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi. Peluncuran tersebut bersamaan dengan pengumuman tema peringatan Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.

Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam acara Khatmil Qur’an dan Istighotsah Harlah Ke-103 NU di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2025). “Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi, insyaallah pada 31 Januari, karena NU didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926,” ujar Gus Yahya.

Ia menyebutkan, peringatan Harlah 1 Abad NU Masehi rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta, pada 31 Januari 2026. “Kita insyaallah akan menyelenggarakan selamatan juga, mudah-mudahan bisa cukup besar, meski tidak sebesar peringatan 1 Abad NU tahun 1444 Hijriah di Sidoarjo yang dihadiri jutaan jamaah. Insyaallah akan kita laksanakan di Gelora Bung Karno,” kata Gus Yahya.

Makna Filosofis Logo Harlah 1 Abad NU Masehi Logo Harlah 1 Abad NU Masehi sarat dengan makna filosofis. Angka 100 dalam logo melambangkan satu abad perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, matang, dan berpengalaman dalam menghadapi dinamika zaman. Seratus tahun bukan sekadar usia, tetapi simbol kematangan, evaluasi, dan tonggak sejarah besar. Bentuk solid menunjukkan keteguhan bangsa setelah perjalanan panjang.

Masalahnya: Bisakah Harlah 100 tahun Nahdlatul Ulama di GBK itu menjadi ajang kokohnya kebersamaan. “Ini yang kita tunggu, sehingga guyub, rukun, bersatu demi umat,” pungkas Cak Kholiq. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry