dr. Danny Irawan,Sp.PD
Dosen Fakultas Kedokteran

SETIAP 17 Mei, dunia memperingati Hari Hipertensi Sedunia. Di 2025, peringatan ini mengangkat tema “Ukur Tekanan Darah Anda Secara Akurat, Kendalikan dan Hidup Lebih Lama”.

Tema ini bukan sekedar ajakan, tapi peringatan penting tentang ancaman nyata yang diam-diam mengintai, hipertensi atau yang lebih dikenal sebagai tekanan darah tinggi.

Hipertensi adalah kondisi medis ketika tekanan darah dalam arteri secara konsisten berada di atas normal, yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Banyak orang tidak menyadari dirinya mengidap hipertensi karena sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Karena itu hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”.

Namun, tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter umum atau spesialis jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat atau faktor risiko hipertensi.

Sebab, gejala seperti sakit kepala, nyeri dada, pusing, sesak nafas, mual, muntah, gangguan penglihatan, hingga detak jantung tidak beraturan sering kali baru muncul saat tekanan darah sudah sangat tinggi, yaitu ≥180/≥120 mmHg.

Pada tahap ini, kondisi biasanya sudah disertai komplikasi. Oleh karena itu, pemeriksaan secara berkala penting dilakukan bahkan sebelum gejala dirasakan.

Pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan dengan posisi duduk yang nyaman, kedua kaki menapak di lantai tanpa menyilang, dan lengan yang diukur diletakkan sejajar dengan tinggi dada. Sebaiknya tidak mengonsumsi kafein, merokok, atau melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sebelum pemeriksaan.

Pasien dianjurkan untuk duduk tenang selama minimal 5 menit sebelumnya, dalam keadaan rileks, sudah buang air kecil, serta tidak berbicara selama proses pengukuran. Pastikan pakaian tidak terlalu ketat dan manset tensimeter terpasang dengan tepat.

Ada beberapa alasan seseorang bisa terkena hipertensi. Di antaranya adalah faktor genetik, usia, dan riwayat keluarga. Namun, yang tidak kalah penting adalah faktor gaya hidup yang seringkali menjadi kebiasaan di masyarakat Indonesia.

Misalnya, konsumsi garam berlebih melalui makanan asin atau olahan, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak, serta stres yang tak dikelola dengan baik.
Pola makan dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap tekanan darah.

Masyarakat Indonesia, misalnya, sangat akrab dengan makanan tinggi natrium seperti kerupuk, mi instan, makanan kaleng, hingga jajanan kaki lima yang lezat tapi kadang tak ramah bagi jantung. Ditambah lagi, kebiasaan duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan minimnya kesadaran untuk memeriksa tekanan darah secara rutin semakin memperparah risiko hipertensi.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya?
Kabar baiknya, hipertensi dapat dicegah bahkan dikendalikan dengan komitmen terhadap gaya hidup sehat. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah :

* Ukur tekanan darah secara teratur, idealnya sebulan sekali, terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko.

* Kurangi konsumsi garam, WHO menyarankan asupan garam tidak lebih dari 5 gram per hari (sekitar satu sendok teh).

* Aktif secara fisik, minimal 30 menit sehari dengan berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan lainnya.

* Hindari rokok baik perokok aktif dan paparan asap rokok (perokok pasif).

* Batasi konsumsi alkohol.

* Kelola stres, melalui relaksasi, tidur cukup, atau konseling jika diperlukan.

* Perhatikan pola makan, perbanyak sayur, buah, dan kurangi makanan olahan atau cepat saji.

Sering kali kita sibuk dengan rutinitas, sampai lupa menjaga kesehatan diri sendiri. Padahal, langkah kecil bisa membawa dampak besar. Maka dari itu, pada momen peringatan ini, penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak menganggap remeh hipertensi sebagai langkah awal yang bermakna.

Hari Hipertensi Sedunia menjadi pengingat yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Perlu kita ingat, tekanan darah yang terjaga bukan sekedar soal angka, melainkan tentang menjaga kualitas hidup agar tetap sehat dan lebih lama. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry