PEKALONGAN | duta.co – Calon Wakil Presiden atau Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, terus menggalang dukungan rakyat di kandang banteng Jawa Tengah. Rakyat pun semakin tertarik dengan program perbaikan kehidupan yang ditawarkan Capres-cawapres Prabowo-Sandi sebab kondisi ekonomi di bawah pemerintahan sekarang cenderung membuat rakyat sengsara.
Saat berkunjung ke Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sandi bertemu warga Muhammadiyah dan pegiat batik di Gedung Batik Pekajangan, Pekalongan, Selasa (21/02/2019). Mereka pun kompak wadhul soal harga-harga yang naik sehingga rakyat menjerit.
Dalam dialognya, Sandi juga menyebut saat cari kerja susah. Sudah pendapatan menurun tarif listrik semakin lama terus naik.
“Sekarang cari kerja susah, makin lama listrik naik. Belanja sekarang murah atau mahal? Harga turun apa naik?” ucap Sandiaga Uno, di hadapan warga Pekalongan. Warga pun menyatakan hidup jadi mahal dan harga-harga naik.
Mengacu pada kondisi tersebut, Sandi menawarkan konsep ekonomi kerakyatan dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja. Contoh konkretnya, kata Sandi, adalah program OK OCE.
Program OK OCE merupakan andalan Sandi saat masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Contoh konkretnya program OK OCE di Jakarta. 65.000 UMKM baru, pengangguran DKI turun,” kata Sandiaga disambut antusias warga yang meminta program itu dijadikan nasional.
Selain itu, Sandi menambahkan soal upaya mendorong swasembada pangan agar Indonesia tak perlu impor. Hal ini karena Pemerintahan Presiden Jokowi tidak mampu menemukan formula swasembada pangan dan hanya mengandalkan impor.
“Di bawah Prabowo-Sandi, lapangan kerja mudah, harga-harga murah, petani di daerah makmur,” kata Sandi disambut tepuk tangan pengunjung.
Tak hanya soal ekonomi, Sandi juga menyelipkan masalah hukum dalam pidatonya.
“Hukum digunakan untuk memukul lawan, untuk melindungi kawan. Hukum itu harus adil tegak lurus,” katanya.
Saat ini sejumlah tokoh diduga telah dikriminalisasi. Mereka dijebloskan ke penjara hanya karena masalah sepele. Mereka ada yang dijerat pasal UU ITE, salah satunya Ahmad Dhani, yang harus masuk bui karena dianggap melakukan ujaran kebencian. Pada saat bersamaan ada sosok yang mendukung petahana, seperti Abu Janda, hingga akun medsosnya diblokir, bisa lolos melenggang tak tersentuh hukum. Polisi dan jaksa pun dituduh tebang pilih, tajam ke bawah tumpul ke atas.
Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda malah mensomasi Facebook senilai Rp 1 triliun karena laman (page) facebooknya dihapus dan dikaitkan dengan jaringan penyebar hoaks Saracen.
Facebook pun angkat bicara dengan memberikan pernyataan singkat menanggapi gugatan somasi senilai Rp1 triliun tersebut.
Juru bicara facebook mengatakan facebook memiliki prioritas untuk meminimalisasi kekuatan grup Saracen yang menggunakan akun, halaman, dan grup yang disusupi, serta mencegah kemungkinan yang berbahaya.
“Apabila pemilik sah dari akun, halaman, dan grup yang terdampak menghubungi kami, kami terbuka untuk menelaah dan mengkaji akun mereka kembali,” kata juru bicara facebook dalam pernyataannya. (det/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.