BUDAYA : Purwito, Wakil Ketua Paguyuban Seni Jaranan Kediri (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Sedikitnya 500 kelompok kesenian jaranan menjamur di seluruh pelosok desa di Kabupaten Kediri, keberadaannya untuk selain pertunjukkan juga bagian dari menguri – nguri sejarah. Namun faktanya, saat digelar pentas jaranan secara virtual justru dibuyarkan pihak Kepolisian. Sementara tempat hiburan malam justru bebas tidak tersentuh aparat penegak hukum.

Menyatakan kecewa terhadap tiga pilar dianggap tebang pilih atas penegakan aturan di masa pandemi, demikian disampaikan Purwito, selaku Wakil Ketua Paguyuban Seni Jaranan (Pasjar) Kediri. Selama peringatan Hari Jadi bahkan tercatat dalam Rekor Muri atas Pentas 1.000 Barong, tidaklah cukup untuk pembuktian. Sementara hiburan malam bebas buka hingga dini hari, namun seakan para aparat tutup mata dan tutup telinga.

“Dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri, terdapat 411 kelompok jaranan, sementara di luar Pasjar sebanyak 130 kelompok jaranan. Ternyata kebijakan dan perhatian dari pemerintah daerah terkait kesenian jaranan kurang, terutama dalam bentuk pembinaan. Kemarin kita tampil di Dusun Dawung Desa Bedug Ngadiluwih, dibuyarkan Polsek Ngadiluwih. Padahal seiring pemerintahan Mas Dhito dan Mbak Dewi, kami berharap ada perubahan,” tutur Purwito saat dikonfirmasi Minggu (04/04).

Yang membuat Purwito heran, aturan diterapkan tiga pilar di masing – masing desa ini berbeda. Ada pentas di Kandat dan Wates diberikan ijin namun di desa lainnya justru di larang. “Di desa lain tidak ada – apa, kenapa di sini tidak boleh. Repotnya padahal ini biaya sendiri, mereka kangen karena setahun lebih tidak tampil. Yang melihat cuma kanan kiri tetangga sekitar. Ini rencana para pengurus akan berkumpul kemudian membuat pernyataan sikap kepada Bupati,” ucapnya.

Kabar baiknya perwakilan Seniman Wayang diagendakan Senin besok akan menghadapi Kapolri terkait ijin pementasan. “Ini tadi dapat kabar Ki Brodin, besok akan menghadap Bapak Kapolri terkait ijin pementasan. Semoga mendapatkan ijin, tadi minta doa restu perwakilan seniman dan budayawan. Semoga Seni Jaranan juga akan diberikan ijin pula,” harap Purwito. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry