
JOMBANG | duta.co – Program Studi Sistem Informasi Telkom University Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional melalui perolehan pendanaan hibah riset bergengsi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada pertengahan tahun 2026 ini.
Melalui skema Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi, tim peneliti berhasil meloloskan proyek inovasi bertajuk “DeepRuminansia-v1: Manajemen Data Peternakan Berbasis SaaS untuk Ketahanan Pangan Sektor Daging Potong Ruminansia”. Keberhasilan meraih hibah ini menjadi pengakuan penting atas kontribusi nyata akademisi Sistem Informasi dalam menjawab tantangan strategis ketahanan pangan nasional, khususnya persoalan ketergantungan impor dan defisit suplai daging potong melalui percepatan transformasi digital di sektor peternakan ruminansia potong nasional.
Pelaksanaan program hilirisasi riset ini digawangi tim gabungan dari lingkungan kampus dan mitra industri. Proyek ini dipimpin Bapak Mochamad Nizar Palefi Ma’ady, S.Kom., M.Kom., M.IM. selaku Principal Investigator (Ketua Peneliti), didampingi oleh rekan dosen peneliti yaitu Bapak Rosyid Abdillah, S.Si., M.Kom., dan Bapak Ir. Adzanil Rachmadhi Putra, S.Kom., M.Kom.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi motor penggerak penting dalam implementasi teknis dan pengembangan sistem, yang diperkuat oleh enam mahasiswa Sistem Informasi beserta alumni, satu mahasiswa Informatika, dan satu mahasiswa Rekayasa Perangkat Lunak. Dari pihak industri, sinergi ini dikawal langsung oleh Bapak Rangga G. P. selaku pimpinan mitra beserta tim pengelola dan pengurus kandang TernakPark Wonosalam yang mengawal pemeliharaan ternak di lokasi.
Ketua Peneliti Mochamad Nizar Palefi Ma’ady, S.Kom., M.Kom., M.IM. mengatakan skema Hiliriset Kemdiktisaintek ini secara spesifik mendorong produk riset perguruan tinggi agar tidak hanya berhenti pada prototipe laboratorium, melainkan benar-benar terhilirkan dan teruji di lingkungan operasional nyata.
“Platform yang diberi nama DeepRuminansia-v1 ini dikembangkan dengan pendekatan Software as a Service (SaaS) multi-tenant yang dirancang fleksibel, terukur, dan aman untuk menjembatani transparansi data peternakan secara real-time, baik untuk komoditas sapi, kambing, maupun domba potong. “
Dengan sistem ini, keterbatasan pencatatan konvensional yang kerap menghambat kepercayaan investor di sektor peternakan rakyat dapat teratasi lewat dasbor digital yang menyajikan data pertumbuhan bobot hewan, riwayat pakan dan kesehatan, hingga proyeksi bagi hasil secara akuntabel.
Program hilirisasi ini diperkuat melalui kemitraan strategis bersama TernakPark Wonosalam, Kabupaten Jombang, yang bertindak sebagai mitra industri sekaligus lingkungan uji coba (proof of concept). TernakPark, yang mengusung model bisnis peternakan kemitraan dan investasi titip ternak, menyediakan akses data lapangan riil, fasilitas kandang, serta keterlibatan aktif para operator untuk pengujian sistem.
Kerja sama erat antara Program Studi Sistem Informasi dan pihak industri ini memastikan bahwa solusi teknologi yang dibangun relevan dengan kebutuhan pengelolaan peternak di lapangan sekaligus memberikan kemudahan akses bagi para pemilik modal dari perkotaan.
Melalui dukungan hibah Hiliriset Kemdiktisaintek ini, sinergi antara Telkom University Surabaya dan TernakPark Wonosalam diharapkan menjadi percontohan sukses penerapan smart farming berbasis SaaS di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan efisiensi operasional bagi pengelola peternakan, terobosan ini membuka peluang investasi agribisnis yang lebih inklusif dan transparan bagi masyarakat luas, sekaligus memperkokoh langkah menuju kemandirian pangan daging nasional. Imm








































