HI BEEST buatan mahasiswa Unusa yang lolos Pimnas 2021. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Tim HI BEST (Hijab Fresh Aromatic) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2021.

Tim ini satu-satunya yang lolos dari 26 tim Unusa yang mendapatkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Soleha mengaku bangga dengan prestasi mahasiswa Unusa.

“Sejak 2016, kami selalu lolos ke Pimnas. Itu sebuah prestasi luar biasa, karena kami tahu menembus Pimnas susahnya minta ampun, apalagi saat berlaga. Tapi kami selalu optimis dan ikhtiar melakukan yang terbaik,” ujar Umdatus, Senin (4/10/2021).

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Untuk siap berlaga di ajang Pimnas yang akan digelar pada 26 Oktober 2021 mendatang, Umdatus mengaku mempersiapkan tim khusus terdiri dari para dosen yang bisa membimbing anggota tim HI BEST agar bisa siap menghadapi kompetisi di depan dewan juri secara langsung.

Nantinya, tim HI BEST akan dibimbing secara teknis agar bisa tampil maksimal dan prima. “Yang membimbing dosen-dosen yang expert di bidangnya. Kami ingin maksimal berikhtiar bagi anak-anak ini,” ungkapnya.

HI BEST sendiri adalah kerudung aroma agar para muslimah yang menggunakan hijab tetap bisa wangi, tidak lepek, nyaman dan higenis.  HI BEST adalah solusi. Karena, dari sekian banyak pengguna hijab, sebagian besar selalu beraktivitas di luar ruang yang membuat hijab yang digunakan terkadang menimbulkan bau yang tidak sedap, lepek dan sebagainya.

Tim HI BEST ini terdiri dari empat mahasiswa yakni Iqbal Firdaus, Adelina Pratiwi keduanya mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat dan Meliyani Syafiri dan Aisyah Aini, mahasiswa Prodi S1 Gizi.

Salah satu anggota tim, Adelina Pratiwi menceritakan, ide membuat HI BEST ini, karena ia dan dua rekannya suka menggunakan hijab dengan bahan yang tebal. Hal itu menimbulkan gerah dan berkeringat hingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Karena itu, kami ajak satu mahasiswa cowok yakni Iqbal Firdaus, meneliti dan mencari solusi agar hijab yang ia kenakan tidak bau serta nyaman digunakan,” ujarnya.

Dikatakan Adelia, dia dan teman-temannya mencoba meneliti ke berbagai pasar untuk mencari bahan kerudung yang nyaman saat dikenakan dan tidak menimbulkan bau tak sedap, tapi tidak ada. Akhirnya saya terpikir untuk membuat hijab itu sendiri.

Sebelum memutuskan membuat hijab aromatik, keempatnya sempat mengirimkan kuesioner kepada mahasiswa Unusa lainnya. “Kebanyakan dari mereka ingin hijab yang ringan dan tidak bau apek,” ungkap Adelina.

Dari keinginan yang ia peroleh melalui kuesioner itulah mereka kemudian mencari bahan kain yang cenderung ringan serta dingin saat digunakan dan menambahkan melalui modifikasi dengan kantong kain berisi aromatik pada bagian dalam dagu. “Yang terpenting kainnya ini tidak terawang sehingga kelihatan rambutnya,” ucapnya.

Dengan menggunakan bahan yang ringan dan hanya satu lapis serta ditambah kantong aromatik dibagian dalam dagu membuat Hi Best nyaman saat dikenakan. “Aromatik ini menyebabkan kenyamanan dan tidak gerah saat digunakan sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap. Yang muncul justru bau aromatik yang segar dan wangi,” ungkapnya.

Hi Best memiliki kantong kecil tempat aromatik yang diletakkan tepat di bawah dagu. “Aromatiknya kami padatkan dan dimasukkan kedalam kantong kecil di bawah dagu untuk pewanginya,” ungkap Adelina.

Dengan menggunakan aromatik, kata Adelina menjelaskan, hijabnya jadi lebih harum. “Jika di jalan kita bisa mencium wangi dari aromatik dari balik kerudung,” ucapnya. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry