Rudi Umar Susanto, M.Pd – Dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris

Perkembangan teknologi saat ini telah masuk segela sektor yang melekat dengan kehidupan manusia. Tidak terkecuali dunia pendidikan yang setiap kali mengalami perubahan dan penyesuaian kondisi zamannya.

Masyarakat harus mengetahui bahwa dunia pendidikan tidak bisa lepas dari pengaruh perkembangan teknologi dan informasi. Istilah zaman teknologi dan informasi, bisanya masyarakat familiar dengan istilah revolusi industri.

Perkembangan teknologi, komunikasi, dan informasi sangat masif serta harus diakui telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan.

Revolusi industri ke empat (4.0) atau bisa disebut sebagai revolusi digital memberikan tawaran yang sangat menarik bagi dunia pendidikan, utamanya berkaitan dengan akses terhadap beragam informasi dan kemudahan untuk membagikan beragam informasi tersebut secara cepat hampir dimanapun, kemanapun dan kapanpun.

Sebelum berbicara tentang heutagogi, masyarakat harus tahu terlebih dahulu apa dan seperti apa heutagogi tersebut.

Heutagogi merupakan studi tentang belajar yang ditentukan oleh diri pembelajar sendiri, konsep ini pertama kali diciptakan oleh Steward. Heutagogi berpusat pada perbaikan belajar cara belajar, dua keluk belajar, kesempatan belajar universal, proses non-linier, dan arah sejati diri pelajar. Heutagogi mensyaratkan inisiatif pendidikan termasuk peningkatan keterampilan.

Heutagogi dibangun dari pendekatan humanistik dan pendekatan belajar. Heutagogi merupakan suatu studi tentang pembelajaran yang ditentukan secara mandiri oleh pembelajar, dapat dilihat sebagai suatu perkembangan alamiah dari metodologi pendidikan sebelumnya, terutama dari perkembangan kemampuan dan mungkin menyediakan pendekatan optimal untuk belajar di abad 21.

Manusia esensinya memiliki semangat belajar. Berkaitan dengan ini Roger (dalam Danim, 2010) mengemukakan bahwa orang ingin belajar dan memiliki kecenderungan alami untuk melakukannya sepanjang hidup. Roger berpendapat bahwa pembelajaran berpusat pada guru telah ada sejak dulu.

Heutagogi menawarkan bagaimana orang belajar, menjadi kreatif, memliki efektivitas diri tinggi, dapat menerapkan kompetensi dalam situasi kehidupan, dan dapat bekerja sama dengan orang lain. Belajar dan kontrak belajar adalah dua contoh dari proses yang dirancang untuk memungkinkan orang menjadi mampu. Membantu orang-orang untuk menjadi “mampu” memerlukan pendekatan baru

pada pengelolaan belajar.

Pendekatan heutagogi menekankan pada sifat manusiawi sumber daya manusia, nilai diri, kemampuan, serta mengakui sistem antar lingkungan dan kegiatan belajar sebagai lawan dari mengajar. Pendekatan ini menantang cara berpikir tentang “belajar dan belajar”, mendorong guru berpikir lebih pada proses ketimbang isi, memungkinkan pembelajaran lebih memahami dunia mereka daripada dunia gurunya, memaksa guru pindah ke dunia pembelajar, serta memungkinkan guru melampaui disiplin mereka dan teori-teori yang ada.

 Heutagogi menempatkan pelajar benar-benar bertanggung jawab atas apa yang dipelajari dan kapan mereka belajar, serta menyediakan kerangka kerja bagi pembelajaran yang menempatkan orang dewasa yang bertanggung jawab untuk lebih maju.

Heutagogi dalam revolusi industri 4.0, salah satunya dapat di arah ke aspek pendidikan jarak jauh, yang notabene membutuhkan otonomi pebelajar dan self-directedness, serta memiliki pondasi pedagogis dalam pengajaran dan pembelajaran dewasa. Pembelajaran mandiri, merupakan karakteristik berformat pendidikan jarak jauh seperti pembelajaran kontrak dan penilaian pembelajaran sebelumnya, hal ini juga merupakan atribut pendidikan jarak jauh.

Heutagogi lebih lanjut memperluas pendekatan andragogik serta kemampuan yang ditawarkan ketika diterapkan untuk teknologi yang muncul dalam pendidikan yang berbasis teknologi informasi seperti Web 2.0. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry