MENIKMATI: Berbeda usia jauh, Rokim (24)-Tampi (67) tidak menganggap pernikahan aneh. Keduanya justru menikmati berharap kekal, hanya kematian memisahkan keduanya. (duta.co/ Agoes Basoeki)

MADIUN|duta.co-Pemilik akun Facebook Yuni Rusmini sejak Kamis (16/3) memposting satu video dan sejumlah foto dengan judul “Manten terheboh…Di Kec Gemarang Kab Madiun”. Seorang laki-laki 24 tahun menikahi wanita 67 tahun selisih 40 tahun lebih. Terjadi di Dusun Petung, Desa Gemarang, Kec Gemarang tanggal 16 maret 2017…

Benar saja, spontan sejak dipostingnya memunculkan tanggapan beraneka ragam media sosial itu. Baik sekadar mempertanyakan, keheranan hingga cemoohan. Mengapa pria Rokim kelahiran 9 Juli 1993, menikahi Tampi 18 Januari 1950 ? Rokim berasal Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, hanya lulusan SD dan bekerja sebagai buruh bangunan

Rokim sempat tinggal di Dusun Petung, Desa/Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. “Saya biasa pijet dengan dia, karena terbiasa bertemu. Saya akhirnya punya rasa kasihan, karena dia hidup seorang diri. Saya pun punya tekad? menikahi dia, bukan untuk sensasi. Tapi, serius menikah dengan dia,” ujar Rokim.

Ia menyatakan selama bekerja jadi buruh bangunan menyisihkan sebagian penghasilan ditabung untuk menikahi dia (Tampi) “Saya tau dia tidak cantik dan tua lagi. Begitu hasrat itu saya sampaikan tekad menikahi dia, ya, akhirnya diterima. Pernikahan rencananya 15 Maret, ditunda jadi 16 Maret lalu.

Bagaimana tanggapan Tampi ? “Saya memang sempat menikah dan tidak dikaruniai anak. Dulu saya menikah usia 14 tahun dan suami meninggal 24 tahun, saya tidak sangka dia (Rokim) mau menikahi. Saya pun bertanya ? Apa serius ? Saya hanya tukang pijet dan serabutan,” ujarnya disamping suami sembari tersenyum.

Ternyata, niat Rokim tidak tergoyahkan, dia tetap ingin menikahi Tampi. “Keluarga saya tidak mempermasalahkan, jika menikahi serius dipersilahkan. Saya pun mendapat bantuan finansial dari keluarga untuk keperluan pernikahan rencananya sangat sederhana,” ujar Rokim.

Semula direncanakan 15 Maret lalu diubah jadi 16 Maret dengan maksud sederhana, akhirnya sederhana dan meriah. “Keluarga, kerabat hingga tetangga berdatangan hingga menjadi ramai, soal biaya dapat bantuan dari kakak, orangtua dan kerabat lain. Perhelatan ini bisa jadi habis Rp 10 juta,” ujar Rokim.

Keduanya juga tidak menyangka pernikahannya jadi viral di media sosial Facebook dengan dapat berbagai tanggapan. Kini pasangan itu hidup sederhana dirumah masih beralaskan tanah di Dusun Petung, hanya berjarak sekitar 10 meter dari Jalan Raya Madiun-Surabaya. (ags)

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry