JAKARTA | duta.co — Ketua DPR RI, Puan Maharani tampil hebat. Ia menarik perhatian dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI 2025 yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025) hari ini.

Dalam acara kenegaraan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia itu, Puan tampil elegan mengenakan kebaya berwarna hijau lime yang dipadukan dengan selendang merah sarat makna.

Tak hanya soal penampilan verbal, isi pidato Puan yang, tampil dengan kain batik tulis Pekalongan berbahan sutra ATBM (alat tenun bukan mesin) benar-benar memukau. Ia blak-blakan menyinggung sindiran tajam warganet kepada pemerintah seperti Indonesia Gelap, Negara Konoha hingga bendera One Piece.

“Ungkapan tersebut dapat berupa kalimat singkat seperti ‘kabur aja dulu’, sindiran tajam ‘Indonesia Gelap’, lelucon politik ‘negara Konoha’ hingga simbol-simbol baru seperti ‘bendera One Piece’ dan banyak lagi yang menyebar luas di ruang digital,” kata Puan di Gedung DPR dengan nada serius.

Ini, katanya, adalah fakta keresahan yang ada di masyarakat kita. “Fenomena ini menunjukkan bahwa aspirasi dan keresahan rakyat kini disampaikan dengan bahasa zaman mereka sendiri,” tambahnya.

Bagaimana pejabat mendengar kritik dari masyarakat? “Bagi para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kita dengar bukanlah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan,” ucap Puan dengan mata memandang hadirin.

Ia menekankan, di balik setiap pesan, pasti ada keresahan. Dan di balik keresahan, ada harapan. “Karena itu, yang dituntut dari kita semua adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami,” ucap dia.

Introspeksi Pejabat Lebih Penting

Presiden Prabowo juga akan menyampaikan pidato nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Pidato nota keuangan dan RAPBN 2026 itu merupakan yang pertama kali disampaikan Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden.

Publik berharap agar suara warganet itu didengar dengan baik oleh pemerintah. Kalau tidak, ada kekhawatiran hilangnya rasa kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya.

“Saya berharap pemerintah merespon kehendak masyarakat. Kondisi sekarang sangat memprihatinkan. Pemerintah sekarang belum berhasil membuktikan janjinya. Kita tunggu, sejauh mana kinerja pemerintah,” jelas Ketua SCWI (Surabaya Corruption Watch Indonesia), Hari Cipto Wiyono SH kepada duta.co.

Menurut Cipto, introspeksi harus dilakukan secara cepat. Termasuk dalam mengamankan asset negara. Pejabat, jelas Cipto, jangan hanya seenaknya sendri, menaikkan pajak tanpa melihat kemampuan rakyatnya.

“Ada pajak naik 1200%, ini gila, sama dengan mencekik rakyatnya. Maka, jangan heran kalau kemudian muncul sindiran tajam ‘Indonesia Gelap’, ‘negara Konoha’ hingga simbol-simbol baru seperti ‘bendera One Piece’,” pungkasnya. (mky

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry