KANTIN E-MAS : Guru Bahasa Inggris, Erwin Syamsudin mengajarkan kepada anggota Satpol PP (duta.co/M. Isnan)

KEDIRI| duta.co – Bisa dibayangkan saat istirahat ditemani segelas kopi, sepenggal kata disampaikan Kabid Trantibum Satpol PP, Nur Khamid saat ditemui di Mako Satpol PP Kota Kediri, Selasa sore (13/2).

Pria enerjik, waktunya dihabiskan untuk mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, kembali membuat gebrakan dengan menggelar Program English Massive bagi anggota Satpol PP lepas tugas di Kantin Kejujuran

Tanah kosong berada di belakang Mako Satpol PP sebelah barat kini direnovasi menjadi tempat istirahat bagi anggota selepas menunaikan tugas. Terlihat pria setengah baya dengan cekatan membuat beberapa gelas kopi, sambil berusaha berkomunikasi dengan beberapa anggota Satpol dengan Bahasa Inggris.

“Kami dirikan Kantin Kejujuran dijaga Bapak Erwin Syamsudin, yang beberapa waktu lalu diamankan anggota karena disangka gelandangan. Namun setelah dimintai keterangan, ternyata dia hendak mencari kerja sebagai guru Bahasa Inggris di Pare,” jelas Nur Khamid.

Akhirnya, muncullah ide mendirikan kantin dan selepas anggota lepas dinas atau istirahat diajarkan English Conversation.

“Istilahnya Program E-Mas di Kantin Kejujuran, selain anggota siapapun boleh datang jika ingin belajar bersama. Termasuk sejumlah anak punk, setelah kami lakukan pembinaan juga diajari oleh Pak Erwin,” imbuh Kabid Trantibum.

Siapakah sebenarnya sosok Erwin Syamsudin? Dalam obrolan singkat setelah memperkenalkan diri, pria ternyata berusia 70 tahun berdarah Padang Sumatera Barat, namun lahir dan besar di Jakarta ini dulunya sosok pengelola cafe elit di Kawasan Kemang Jakarta.

“Saya dulu pernah sukses, menggelola cafe, kemudian kami menikah dan dikarunia anak. Mungkin Alloh memberikan kami cobaan, akhirnya harus berpisah. Seiring itu, karier saya kemudian turun dan saya memilih menekuni bidang agama. Saya ingin belajar dakwah dan membagikan ilmu tentang bahasa asing,” ungkapnya.

Meski tidak muda lagi, Bang Erwin, demikian sapaan akrabnya, kini terlihat bersih dibanding saat kali pertama diamankan anggota Satpol PP dalam keadaan kumuh. Begitu santun dan ramah kepada siapapun, dia berkeinginan agar seluruh anggota Satpol bisa berkomunikasi baik dengan Bahasa Inggris.

“Bahasa Inggris itu penting, karena bahasa komunikasi internasional. Meski kita pandai namun bila tidak mampu berkomunikasi dengan orang asing, tentunya tidak mendukung karier saya. Saya di sini atas seijin Pak Nur Khamid, beliau yang ijinkan saya membukan warung dan diminta membagikan ilmu,” ungkapnya.

Bila kemudian anggota Satpol sudah fasih berkomunikasi Bahasa Inggris? Erwin pun mengaku ingin akan terus membagikan ilmunya kepada siapapun mengajarkan Bahasa Inggris.

“Saya betah tinggal di kota ini, orangnya cukup ramah dan saya seperti berada diantara keluarga kandung,” jelas Bang Erwin. (ian/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.