
SURABAYA | duta.co – Kemampuan anak-anak kita di sektor digital tidak perlu diragukan. Hebat! Setidaknya itu terpotret dari aktivitas 84 siswa (kelas 7, 8 dan 9) di Gedung bundar Museum Nahdaltul Ulama Surabaya.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak kita mampu mengoperasionalkan handphonenya untuk kepentingan digitalisasi konten Museum NU. Artinya, mereka ini lebih siap menghadapi perubahan zaman,” demikian disampaikan Moh Azharuddin, penjaga Museum NU kepada duta.co, Jumat (16/10/26).
Rabu, 14 Oktober 2026, jelas Azhar, siswa-siswi SMP NU 2 Gresik dibawah bimbingan 10 guru mereka, dengan Koordinator Ibu Nur Laili Sulistyowati, mereka mendatangi Museum NU di bilangan Menanggal, Surabaya. Tujuan kunjungan itu adalah penetrasi program pembelajaran luar kelas “A Journey to Learn“, agenda rutin sekolah, Kegiatan Tengah Semester (KTS) dan Mata pelajaran ke-NU-an itu, sangat relevan untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh muassis (pendiri) NU.

“Mereka pelan-pelan kita tunjukkan sejumlah artefak peninggalan para kiai NU. Misalnya, bagaimana kiai-kiai NU berperan global dengan Komite Hijaz menuju Arab Saudi. Kiai-kiai inilah yang minta agar Raja Saud memberikan jaminan dilaksanakannya atau diperbolehkannya ibadah 4 madzhab. Usulan itu sampai sekarang berlaku. Di samping itu, bagaimana kiai-kiai NU membangun semangat kebangsaan di negeri ini,” tegas Azhar, mahasiswa S2 UNESA tersebut.
Sementara Nur Laili S menilai bahwa Museum NU ini sangat cocok dengan kegiatan anak-anak untuk memperdalam materi ke-NU-an serta pengenalan tokoh perjuangan. “Anak-anak butuh pengenalan para tokoh NU, biar tahu seperti apa Mbah Hasyim, Mbah Wahab, Mbah Bisri dan sejumlah masyayikh yang belum dikenalnya, padahal kenal itu penting,” katanya.

Menurut Bu Laili, panggilan akrabnya, sebelum ke Museum NU, anak-anak diajak kunjungan awal Masjid Al Akbar (keislaman dan perpustakaan), lalu ke Museum NU (Sejarah ke-NU-an dan pengenalan tokoh). “Kami mewakili para asatid, terima kasih atas sambutanya, dan mohon maaf atas segala khilaf anak-anak kami,” pungkasnya. (net)




































