SURABAYA | duta.co – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK jalur afirmasi di Jawa Timur telah ditutup kemarin. Dan sesuai jadwal, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur akan mengumumkannya Jumat (19/6/2020) malam, atau bisa dilihat Sabtu (20/6/2020) dini hari.

Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdie mengatakan sudah mengantongi jumlah siswa dari jalur afirmasi yang diterima pada PPDB tahun 2020. Dari 26.423 siswa yang mendaftar untuk jenjang SMA, hanya 19.156 saja diterima.

Sedangkan untuk SMK, dari 37.852 pendaftar, yang diterima sebanyak 18.221 siswa. “Mereka yang tidak lolos ini kebanyakan salah meng-upload (mengunggah) berkas ketika pendaftaran,” ujar Alfian saat dikonfirmasi kemarin.

Di contohkan, surat keterangan tidak mampu misalnya, harusnya ketika tidak memiliki empat kartu program bantuan pemerintah seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu keluarga Harapan, bisa menggantinya dengan surat keterangan tidak mampu.

“Namun masalahnya tidak semua orang mau untuk datang dan berusaha. Dia mencoba membuat surat pernyataan sendiri. Lah kalau surat pernyataan yang menyatakan dia miskin (seperti itu), kami tidak bisa menerima,” tegas Alfian.

Begitupun dengan jalur pindah tugas orang tua atau wali murid. Beberapa calon siswa tidak mengunggah bukti pindah tugas orang tua. “Ada juga yang pindah tugasnya di dalam satu wilayah kota atau kabupaten. Misal kerjanya di Kenjeran, pindahnya di Wonokromo. Surat ini tidak bisa karena dalam satu zona,” ungkapnya.

Kemudian ada juga kesalahan pengunggahan dokumen adalah bukti prestasi yang tidak sesuai kriteria. “Ada prestasi yg tidak berjenjang dan itu tidak bisa diakomodir sistem,” tambah Alfian.

Terlepas dari itu, Alfian mengakui, jumlah siswa yang diterima jalur afirmasi ini masih jauh dari pagu yang ditetapkan. Dindik Jatim menyediakan sebanyak 62.099 kursi, dengan rincian SMA 30.106 dan SMK 31.993 slot. Namun untuk SMA yang diterima hanya 19.156, dan untuk SMK 18.221.

Ia pun menegaskan, sisa pagu pada jalur afirmasi ini akan dimasukkan ke jalur zonasi. “Sisanya masuk ke zonasi. Itu satu. Kedua zonasi kami tampilkan real time setiap menit pergeserannya,” jelas Alfian dihadapan anggota DPRD Jatim yang lagi sidak proses PPDB SMA/SMK.

Masih di tempat yang sama, anggota DPRD Jatim Armuji mengaku lega dengan keterangan dan penejalasan yang diberikan Dindik Jatim. Ia berharap jalur ini mengakomodir seluruh siswa kurang mampu di Jatim, khususnya di Surabaya.

“Kami mencari konfirmasi karena kalau musim PPDB seperti selalu ditanya terutama pendidikan gratis, dibandingkan terdahulu sekarang ini ada jalur afirmasi dimana khusus SMA dan SMK warga yang tidak mampu difasilitasi. Ini melegakan,” pungkas Cak Ji sapaan Bacawawali Kota Surabaya ini. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry