Islam Bosnia (duta/dok)
Islam Bosnia (duta/dok)

SARAJEVO | duta.co –  Desember lalu, Sarjevo Canton membuat kebijakan jika tidak akan ada alkohol yang disajikan selama pesta tahun baru. Hasilnya, pesta tahun baru di ibu kota Bosnia dan Herzegovina itu benar-benar bebas alkohol.

Berdasarkan laporan World Health Organization’s Global Status Report on Alcohol and Health 2011, Bosnia merupakan negara pengonsumsi minuman paling tinggi di Eropa. Karenanya, pemerintah Bosnia terus mencoba membuat peraturan larangan penjualan minuman beralkohol, termasuk yang telah dilakukan di pesta tahun baru lalu.

Namun, seperti kebanyakan negara-negara Eropa lain, inisiatif baik ini malah menimbulkan kekhawatiran kalau Sarajevo tengah berjalan menuju penerapan hukum syariah sebagai aturan tertinggi. Bahkan, semua ini, dianggap mengirimkan sinyal yang sangat buruk, untuk wisatawan asing yang datang ke Sarajevo.

“Semua orang asing ini akan merasa kalau mereka menemukan diri mereka di dalam sebuah agama, dan negara anti sekuler,” kata pengamat agama Bosnia Mehmedalija Nuhic, seperti dilansir Sputnik News, Selasa (10/1).

Menurut sensus penduduk yang dilakukan pada 2013, Muslim Bosnia memang sudah mencapai sekitar 50 persen dari total populasi Bosnia. Tapi, belakangan, usaha-usaha pemerintah yang tampaknya cukup baik seperti pelarangan minuman beralkohol, malah ditafsirkan sebagai kekuatan untuk mengubah Bosnia menjadi negara Islam.

Desember lalu, University of Sarajevo pun telah mengumumkan kalau mereka tidak akan menggelar perkuliahan selama shalat Jumat, yang merupakan tindakan toleransi terhadap umat Islam yang beribadah. Tapi, lagi-lagi, langkah itu malah dianggap menuju Islamisasi, termasuk Partai Sosial Demokrat yang semakin sering melakukan tuduhan.net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan