Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Heart & Vascular Center (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Makin muda penderita gangguan jantung dan pembuluh darah di Indonesia. Kalau dulu usia 60 tahun ke atas, kini usia 30-40 tahun sudah banyak yang menderita gangguan jantung dan pembuluh darah, bahkan ada penderita yang usia 28 tahun. Penyebab utamanya karena gaya hidup yang berubah dan pola makan yang tidak sehat.

Gangguan jantung dan pembuluh darah darah memiliki kompleksitas tinggi dan risiko serius yang membutuhkan perawatan cepat, tepat, dan menyeluruh. Dan gangguan jantung dan pembuluh darah silent killer yang tidak dirasakan.

Menjawab tantangan ini, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), unit rumah sakit di bawah naungan Mayapada Healthcare, menghadirkan Heart & Vascular Center sebagai layanan kardiovaskular terpadu yang kolaboratif, komprehensif, dan berstandar internasional di Surabaya. Heart & Vascular Center menghadirkan standar baru layanan jantung dan pembuluh darah yang cepat, tepat, dan lengkap, menggabungkan kekuatan kolaborasi aktif tim dokter multidisiplin dengan pendekatan layanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care) didukung teknologi terkini.

Navin Sonthalia, President Director & CEO Mayapada Healthcare menyatakan, “Mayapada Healthcare senantiasa meningkatkan standar layanan kardiovaskular yang unggul dengan mengintegrasikan teknologi medis, keahlian klinis, kesiapan SDM, dan kolaborasi tim multidisiplin, sekaligus menjadikan Heart & Vascular Center sebagai acuan layanan jantung berstandar internasional di seluruh jaringan Mayapada Hospital.”

Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua mengatakan, “Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan kerap hadir dengan kompleksitas tinggi. Mayapada Hospital Surabaya terus memperkuat standar perawatan jantung melalui Heart & Vascular Center dengan pendekatan holistik,” katanya kepada media disela pembukaan Heart & Vascular Center di Mayapada Hospital Surabaya, Jumat 13/02/26.

dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua menambahkan Heart & Vascular Center di Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan layanan jantung dan kegawatdaruratan jantung yang komprehensif dengan fokus pada pembuluh darah, irama dan kelistrikan jantung, serta struktur dan katup jantung, didukung teknologi medis terkini dan kolaborasi aktif tim multidisiplin untuk memastikan perencanaan perawatan yang tepat, aman, dan berbasis bukti klinis.

“Di sini, kami juga memiliki Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak diagnosis, perencanaan terapi, tindakan, hingga pemulihan, memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.”

Pendekatan ini jelas dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua memastikan hasil klinis yang optimal dan keselamatan pasien yang maksimal, sekaligus menghadirkan pengalaman perawatan yang lebih personal, aman, dan nyaman.

Melayani Masyarakat Jatim dan Indonesia Timur
Heart & Vascular Center menegaskan langkah strategis Mayapada Healthcare dalam memperkuat ekosistem layanan jantung terintegrasi dan menghadirkan standar tinggi perawatan jantung di Indonesia, termasuk Mayapada Hospital Surabaya yang melayani masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur.

Dokter Bona melanjutkan, “Komitmen kami terhadap kecepatan respons, ketepatan klinis, dan koordinasi tim juga tercermin dari capaian Mayapada Hospital Surabaya sebagai Juara Utama Code Blue tingkat Jawa Timur, di mana tim kami menunjukkan kesiapan optimal dalam menangani berbagai simulasi kegawatdaruratan, termasuk kegawatdaruratan jantung. Pencapaian ini menegaskan kesiapan kami dalam memberikan layanan jantung yang terintegrasi dan berstandar tinggi bagi masyarakat.”

Heart & Vascular Center memiliki tiga pilar utama layanan: Advanced Treatment menghadirkan layanan berbasis teknologi dan terapi jantung terkini mencakup layanan pembuluh darah (vaskular) secara minimal invasif, layanan gangguan irama jantung (aritmia), layanan kelainan struktur jantung (structural heart), seperti penyakit katup jantung dengan pendekatan terkini.

Emergency Excellence, menghadirkan penanganan kegawatdaruratan jantung yang terintegrasi dengan respon cepat, tepat, memenuhi standar protokol internasional, didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site, serta dilengkapi layanan preventif Chest Pain Unit untuk deteksi keluhan nyeri dada baik yang disebabkan oleh faktor jantung maupun non-jantung

Team-Based Management yang memastikan setiap keputusan klinis dan rencana perawatan diambil melalui kolaborasi aktif tim multidisiplin terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, bedah jantung, anestesi jantung dan dokter subspesialis terkait, untuk mendukung hasil perawatan pasien yang optimal.

Layanan Terintegrasi, Lebih Akurat
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular di Heart & Vascular Center Mayapada Hospital Surabaya, Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B, Sp.BTKV(K) menyampaikan penanganan penyakit jantung yang optimal memerlukan evaluasi klinis yang komprehensif, pemilihan terapi yang tepat berbasis teknologi medis, serta koordinasi tim multidisiplin dalam setiap pengambilan keputusan.

“Dengan layanan yang terintegrasi, setiap tindakan dapat disesuaikan secara lebih akurat dengan kondisi klinis pasien, sehingga keselamatan dan kesinambungan perawatan tetap menjadi prioritas utama. Heart & Vascular Center di Mayapada Hospital Surabaya menerapkan kolaborasi klinis dengan adanya Cardiac Board yang melibatkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, bedah toraks dan kardiovaskular, dokter anestesi kardiovaskular, hingga dokter spesialis jantung anak. Pendekatan multidisiplin ini membantu dalam menentukan tindakan yang paling sesuai dengan kondisi klinis pasien, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD).”

Hal senada juga disampaikan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi di Mayapada Hospital Surabaya, dr. Samuel Sudanawidjadja, Sp.JP(K), FIHA.

“Tindakan intervensi bukan sekadar prosedur teknis, melainkan rangkaian keputusan klinis yang membutuhkan akurasi dan koordinasi yang solid. Setiap intervensi kami rancang dengan perencanaan matang dan mengacu pada protokol internasional agar prosedur berjalan aman, presisi, dan berbasis evidence,” tegasnya. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry