Hearing Komisi 3 DPRD Ngawi diruang rapat lantai 2 gedung dewan, dengan menghadirkan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Desa Watualang .(mifta/duta.co)

NGAWI | duta.co – Kerusakan rabat beton lantai dasar bangunan Pasar Desa Watualang Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi, berbuntut panjang hingga memantik Komisi 3 DPRD melakukan hearing segi lima diruang rapat lantai 2 dengan agenda menghadirkan dari pihak-pihak yang terlibat untuk mengklarifikasi timbulnya hal tersebut.

Atas dasar kejadian itu, guna meminimalisir adanya unsur kesengajaan yang dapat berpotensi merugikan keuangan negara ketika pelaksanaan pekerjaan, dari pihak pelaksana akhirnya bersedia melakukan rekontruksi ulang pada pekerjaan tersebut, sesuai komitmennya bersepakat menggunakan anggaran pribadi atau mandiri tanpa membebani APBD Ngawi

Agenda rapat segi lima yang digelar Komisi 3 dimaksud menghadirkan diantaranya, dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (Disperindag Naker) selaku KPA/PA dan PPK pembangunan Pasar Desa Watualang, berikut konsultan perencana dari CV Graha Citra Selaras, CV Mega Blilliant selaku pelaksana dan pengawasan pekerjaan dari CV Global Mandiri Konsultan.

Dikatakan Supeno, Ketua Komisi 3 DPRD, bahwa ada titik kesalahan dan titik kelemahan pada proses pelaksanaan pembangunan Pasar Desa Watualang saat itu, terutama mengenai pekerjaan pemadatan tanah pada bangunan rabat beton lantai dasar. Sehingga bisa terjadi penurunan tanah yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan tersebut.

“Kita sudah mengklarifikasi semua, terkait titik kesalahan dan titik kelemahan pekerjaan Pasar Watualang itu, pihak pelaksana berkomitmen untuk memperbaikinya menggunakkan anggaran pribadi bukan dari APBD, tentunya dengan kualitas lebih baik dari sebelumnya,” jelas Supeno, Selasa, (19/10/2021)

Supeno juga menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan Pasar Watualang sesuai rencana akan ada perubahan pada perbaikan lantai dasar yang akan menggunakan tulangan besi, kemudian disambungkan pada pelaksanaan tahap kedua pekerjaan pavingisasi serta untuk pembangunan los/lapak berikut pemasangan keramik pada lantainya.

“Titik kurangannya pada proses pemadatan sehingga terjadi penurunan, dan nanti ada rekontruksi ulang untuk perbaikan kerusakan itu menggunakan tulangan besi, dengan biaya mandiri atau pribadi tanpa membebani APBD, sekaligus disambungkan pelaksanaan tahap kedua untuk pembangunan los/lapak serta pemasangan keramik,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, disayangkan dari pihak direktur CV Mega Brilliant selaku pelaksana dan direktur CV Global Mandiri Konsultan selaku pengawas pekerjaan dihadapan awak media enggan menjawab pertanyaan wartawan dan langsung berlalu meninggalkan ruang rapat.

Disisi lain, Farid Yudha Ambara direktur perencana CV Graha Citra Selaras, dalam wawancaranya mengakui dan membenarkan adanya titik lemah pada pekerjaan pemadatan tanah bangunan rabat beton lantai dasar Pasar Desa Watualang, dan untuk rencana perbaikannya nanti akan ditambahkan slof tulangan besi pada bangunan lantainya.

“Kita koordinasi dengan semua pihak yang terlibat tentang titik kelemahan, sebelumnya sudah ada rekomendasi dari APIP harus ada perbaikan, secara struktur inti tidak masalah, hanya sedikit kerusakan pada bangunan lantai yang nantinya akan ada pembongkaran dan ada penambahan slof tulangan besi agar beton bisa menyatu,” ucap Farid.

Diketahui sebelumnya, bangunan Pasar Desa Watualang tersebut, dibiayai APBD Kabupaten Ngawi 2020, senilai Rp1 milyar 864 juta dan selesai dikerjakan bulan Desember 2020 dan diresmikan pada, 15 Februari 2021. Namun, sebagian bangunannya sudah mengalami kerusakan terutama pada bangunan rabat beton lantai dasar. mif

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry