JOMBANG | duta.co  – Ribuan kaum nahdliyin menghadiri haul ke-136 KH Asy’ari di Desa Keras Kecamatan Diwek, Sabtu (4/3) malam. KH Marzuqi Mustamar dari Malang, Ketua PWNU Jawa Timur periode 2018-2023, hadir menyampaikan tausiyah.

Tampak hadir Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Soleh dan Rais Syuriah KH Nur Hadi (Mbah Bolong). Juga Asisten 1 Pemkab Jombang, Kepala Bappeda, Kepala BKSDM dan Kasubag Kementerian Agama Jombang. Termasuk perwakilan Forkopimcam Diwek, kepala desa Keras beserta jajaran.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan shalawat oleh Group As-Syafaat Ngoro. Dilanjut dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil.

KH Abdul Gholib, selaku perwakilan dzuriyah KH Asy’ari, mengakui acara tidak hanya mendoakan KH Asy’ari. “Tapi juga mendoakan anak cucu kita agar menjadi anak yang sholih,” ujarnya.

Ketua Yayasan KH Asy’ari Keras ini menambahkan, rangkaiam haul tidak hanya pengajian umum. “Tapi juga jalan sehat, khatmil Quran dan seni hadrah,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang menyambut baik kegiatan haul ini. Melalui Asisten 1 Pemkab Jombang, Purwanto, mengapresiasi kegiatan yang digelar di Desa Keras ini.

“Meski Abah Bupati tidak bisa hadir, tapi beliau mengutus kami untuk hadir langsung ke sini,” ujarnya. Dia berharap, selain mendoakan KH Asy’ari, warga Jombang bisa meniru berbagai keteladanan dari sosok KH Asy’ari.

Saat menyampaikan tausiyah, KH Marzuqi Mustamar mengkoreksi beberapa amaliyah yang dianggap kurang pas. “Terutama tidak sesuai dengan keputusan NU dan pendapat mu’tabar,” ujarnya.

Termasuk dalam bersuci yang tertutup sebagian anggota badannya oleh perban luka. “Termasuk imam yang shalatnya duduk, sedangkan makmumnya berdiri, itu tidak sah,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang ini juga mengkoreksi shalat para jamaah haji. “Terutama yang qadha shalat, padahal dia sudah mukim di sana karena sudah lebih dari seminggu tinggal di tanah suci,” ujarnya.

Dirinya berharap haul bisa mampu meneladani sikap dan lelaku KH. Asy’ari. “Monggo dijaga nasab dan keteladanan beliau, yang terpancar dari Kanjeng Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Selama kegiatan para hadirin mengikuti dengan khidmat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa oleh KH Sutarwan, tokoh NU Desa Keras. (muk)

Kontributor: tim LTN MWCNU Diwek

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry