Unair pun bereaksi dengan memajang pamflet yang berisi potongan uang kuliah dengan bertuliskan hoax di media-media sosial Unair. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Memasuki pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mulai beredar kabar di media sosial tentang cash back uang kuliah.

Cash back itu diberikan oleh sebuah platform pembayaran  Ovo bagi mereka yang hendak membayar uang kuliah melalui platform tersebut.

Kabar yang beredar, cash back itu diberikan untuk pembayaran uang kuliah di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Bandung dan Institut Pertanian Bogor.

Dalam pamflet yang beredar menyebutkan cash back yang diberikan hingga 60 persen.  Sesuatu yang menggiurkan sehingga ramai diperbincangkan.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH)Unair, Dr Suko Widodo menegaskan bahwa berita yang beredar di media sosial itu hoax alias tidak benar.

“Kami imbau masyarakat agar selalu hati-hati dan cerdas dalam menerima informasi apapun yang terkait dengan proses penerimaan dan terlebih proses pembayaran untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri,” tandas Suko, Selasa (22/1).

Dikatakan Suko, berbagai informasi yang terkait dengan Unair, pihaknya selalu menyarankan agar seluruh masyarakat bisa langsung menghubungi atau melihat berbagai informasi yang sudah disajikan di berbagai media dan web resmi milik Unair.

Laman web www.unair.ac.id merupakan laman resmi milik Unair yang menyajikan berbagai informasi yang akurat dan valid tentang kampus tersebut.

Selain itu, mengenai pola dan aturan serta berbagai hal seputar proses seleksi mahasiswa baru bisa langsung mengunjungi laman milik Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair di  www.ppmb.unair.ac.id

“Dan perlu diperhatikan, aturan pembayaran registrasi mahasiswa baru yang resmi akan dikeluarkan langsung melalui Surat Keputusan (SK) Rektor seusai pengumuman penerimaan mahasiswa baru,” tukasnya.

Selain Unair, UGM juga bereaksi.  Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani senada dengan Suko, bahwa berita itu bohong. “Iya hoax,” kata Iva.

Iva menyampaikan, seluruh aturan uang kuliah di UGM diinformasikan melalui laman resmi UGM, www.ugm.ac.id. Bagi mahasiswa baru, lanjut Iva, uang kuliah tunggal akan keluar setelah mahasiswa diterima dan melakukan verifikasi data.

Seperti diketahui, mulai tahun 2013, pembayaran uang kuliah di UGM menggunakan sistem uang kuliah tunggal.  Pembayaran uang kuliah tunggal tersebut juga dilakukan melalui bank yang bekerja sama dengan pihak PTN.

“Untuk (jalur penerimaan) SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) kami bekerja sama dengan BTN (Bank Tabungan Negara), BNI (Bank Negara Indonesia), dan Bank Mandiri,” ujar Iva.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati terhadap setiap informasi yang diterima.

Dihubungi secara terpisah, salah satu staf Humas Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), menyampaikan hal yang sama bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar.

“Iya hoaks. Kalau kerja sama perguruan tinggi sama instansi lain atau swasta sih bisa dilakukan mandiri. Kalau akun resmi perguruan tinggi yang disebut bilang hoaks, berarti memang hoaks,” ujar salah seorang staf Kemenristek Dikti. “Iya (pembayaran uang kuliah) melalui bank yang kerja sama sama PTN nya,” kata dia. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.