Caption : Prosesi Sumpah Al Qur’an yang dilakukan Ngatimin Baju Batik Merah (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co – Tidak terima dituduh memiliki ilmu santet, Ngatimin (60) warga Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, menjalani sumpah Alquran di Masjid Miftahul Jannah, Jumat (11/9/2020).

Prosesi sumpah Alquran yang dilakukan pada Kamis (10/9/2020) malam yang dilakukan Ngatimin petani semangka itu, dipimpin oleh Habaib Yahya dan disaksikan oleh Forkopimka Kapongan, sejumlah kepala desa (Kades) dan ribuan warga.

“Alhamdulillah, sumpah Alquran terhadap pak Ngatimin yang dituding memiliki ilmu santet oleh warga berjalan dengan aman dan kondusif,” terang Kapolsek Kapongan, AKP Pramana.

Awal terjadinya sumpah Al Qur’an tersebut, dari ucapan Ngatimin yang melontarkan kata-kata barang siapa yang mencuri semangka di sawahnya, maka perutnya akan kembung dan kemudian mati. Dengan adanya omongan tersebut, maka sebagian warga Dusun Krajan RT.001 RW.002, Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan itu, mencurigai Ngatimin memiliki ilmu santet.

Selanjutnya, isi tersebut semakin berkembang ketika ada salah satu warga di desa tersebut jatuh sakit dan bermimpi bertemu dengan Ngatimin. Kemudian, mimpi itu menjadi penguat tudingan bahwa Ngatimin memiliki ilmu santet.

Untuk menjawab kecurigaan warga itu, maka Ngatimin meminta untuk disumpah Alquran dan disaksikan Forkopimcam Kapongan dan ribuan masyarakat. Tujuan, agar masyarakat mempercayainya bahwa Ngatimin tak memiliki ilmu santet.

Sementara itu, keterangan yang disampaikan Joko Sabar Kepala Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo menjelaskan bahwa, tudingan Ngatimin mempunyai ilmu santet itu akibat ucapannya sendiri.

“Ngatimin sering mengatakan dihadapan masyarakat, jika ada mengambil buah semangka yang ditanamnya maka perutnya akan membesar. Jadi, sumpah Al Qur’an yang dilakukan Ngatimin itu atas dasar ucapannya sendiri,” ujar Joko Sabar.

Berdasarkan berbagai pertimbangan atas tuntutan warga tersebut, sambung Joko Sabar, maka Pemerintahan Desa Gebangan mencoba untuk memfasilitasinya. “Sebelum dilakukan sumpah Al Qur’an, saya dan perangkat berkoordinasi dengan Ngatimin di rumahnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” kata Kades Gebangan, Joko Sabar.

Dalam memfasilitasi polimik amtara warga dan Ngatimin tersebut, imbun Joko Sabar, lalu Ngatimin berani bersumpah atas nama Al-Qur’an kalau dirinya tidak memiliki ilmu santet.

Dalam proses sumpah Al Qur’an tersebut, Ngatimin menyebut Allah bahwa dirinya tidak memiliki ilmu santet dan tidak memiliki niat jelek kepada siapapun.

Berikut ucapan Ngatimin yang menjalani proses sumpah Al-Qur’an, “Jika saya berbohong, maka saya siap menerima hukuman yang setimpal dari Allah Swt,” ucap Ngatimin saat menjalani prosesi sumpah Al Qur’an dihadapan Forkopimcam Kapongan dan ribuan massa. her

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry