
BANYUWANGI | duta.co – Hasil laporan analisa laboratorium Dinas Kesehatan Banyuwangi terkait Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Desa Kalibaru Wetan kecamatan Kalibaru membuktikan tidak mengandung racun, dan aman untuk dikonsumsi.
Dani mengatakan hasil tes laboratorium MBG yang diisukan mengandung racun itu secara otomatis terbantahkan.
“Adanya indikasi keracunan disalah satu sekolah, sekarang terbukti jika MBG yang kami salurkan disekolah tersebut tidak mengandung racun. Hasil tes labnya sudah keluar dan dinyatakan negatif atau tidak mengandung zat berbahaya,” kata Dani ketika dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Menurut Dani, tidak semua MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah itu diproduksi oleh SPPG Desa Kalibaru Wetan. Tapi juga dipasok oleh UMKM yang ada di desa atau kecamatan kalibaru.
“Untuk pasokan makanan dari UMKM akan kami kaji ulang lagi. Bagaimana pun kami harus bekerja sama dengan UMKM, agar UMKM di kecamatan Kalibaru ini bisa berjalan,” ujarnya.
Sementara Mitra SPPG Kalibaru Wetan, Edwin Juniarto mengatakan keluarnya hasil analisa
Mitra SPPG Desa Kalibaru Wetan, Edwin mengatakan laporan hasil analisa Dinas Kesehatan Banyuwangi sebagai bukti jika MBG dari SPPG Kalibaru Wetan tidak mengandung zat yang berbahaya dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.
“Hasil uji lab dari Dinkes Banyuwangi itu sebagai bukti, jika MBG yang kami salurkan itu bersih, dan tidak beracun,”tegas Edwin.
Edwin menambahkan sebelum MBG disalurkan, pihaknya memeriksa dahulu. Tidak langsung disalurkan kepada masyarakat.
“Mekanismenya, sebelum kami menyalurkan, MBG itu kami periksa dahulu, setelah dinyatakan aman, baru kita salurkan ke sekolah-sekolah,”tandasnya.
“Sebenarnya yang mengkonsumsi MBG itu bukan hanya siswa. Kami pun mengkonsumsinya,” tambahnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (4/3/2026) SPPG Desa Kalibaru Wetan diterpa isu MBG yang disalurkan disalah satu Sekolah Dasar Negeri mengandung racun mengakibatkan salah satu guru dan siswa usai memakan MBG, siswa mengalami mual-mual dan guru mengalami mata bengkak.
Melihat gejala tersebut, pihak SPPG Kalibaru Wetan langsung membawa dua korban tersebut ke Puskesmas setempat.
Pasa Kamis (5/3/2026) warga setempat dan langsung mendatangi sekretariat SPPG, dan disaksikan oleh Muspika setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga desa tidak hanya mempermasalahkan makanan yang mengandung racun. Tapi menyoal MBG yang disalurkan ke sekolah-sekolah kurang bergizi dan menduga jika SPPG Kalibaru Wetan hanya mementingkan untung yang besar daripada mementingkan mutu MBG.
Bahkan, dalam pertemuan tersebut, aktivis dari Desa Kalibaru Wetan dengan suara lantang akan menutup SPPG jika mutu MBG tidak ditingkatkan.
“MBG ini memakai uang rakyat. Kami berhak mengawasi,” tegas aktivis dari desa setempat. (*)





































