Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono.

PONOROGO | duta.co — Hasil rekrutmen CPNS Pemkab Ponorogo pada tahap seleksi kompetansi dasar (SKD) ternyata hasilnya jeblok. Dalam tahap ini, banyak peserta CPNS  yang berguguran karena terlalu tingginnya passing grade yang ditentukan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Hasil tes terhadap 5.548 pendaftar CPNS yang dinyatakan lolos seleksi SKD diperkirakan hanya 200-300 orang saja. Dari hasil tes, rata-rata para pendaftar di bawah standar yang telah ditentukan.

“Untuk tes seleksi kemampuan dasar (SKD) ini meliputi  tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum dan tes kemampuan pribadi, rata-rata mendapatkan nilai yang cukup minim,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, Jum’at (9/11/2018).

Sekdakab Ponorogo, Agus Pramono, mengaku, saat ini pihaknya sedang berupaya  agar rekrutmen CPNS Ponorogo ini bisa diteruskan dan berhasil dilaksanakanuntuk tahap seleksi kemampuan bidang (SKB). “Langkah yang sekarang ini dilakukan adalah bersama BKD- BKD se Jawa Timur, mengirimkan surat ke BKN, terkait permintaan kelonggaran agar passing gradeya  bisa  diturunkan,” paparnya.

Menurutnya, dengan passing grade yang tinggi dipastikan rekrutmen CPNS Ponorogo akan gagal sebab peserta yang dinyatakan lolos adalah 200-300 saja. Padahal untuk formasi yang dibutuhkan adalah 356 formasi. Jika dilanjutkan maka akan memboroskan anggaran.  Sebab, kata dia, pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk rekrutmen CPNS tahun 2018 ini mengeluarkan anggaran sebesar Rp1,5 milyar.

“Kita bersama-sama BKD se Jatim menyurati BKN agar passing grade-nya diturunkan,” imbuh Sekda. (sna) 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.