Aktivis PPBI divisi Advokasi, Estin Sriwahyuni (duta.co/arif)

MOJOKERTO | duta.co – Aktivitas produksi di PT. Aice ice cream Jatim Industri yang berada di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) ternyata sering terjadi kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang sering terjadi itu diduga abainya PT. Aice terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para karyawannya.

Dari investigasi yang dilakukan aktivis Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (PPBI), ditemukan beberapa hal yang sangat membahayakan pekerja bahkan sudah memakan korban. Ada beberapa hal dari investigasi itu yakni terdapat selang oksigen untuk hidrolik penggerak robot sering bocor. Selang berwarna biru dan orange itu kerap bocor yang menimbulkan gas yang tidak sedap.

“Kita menemukan fakta baru, jika seringnya terjadi kecelakaan kerja di perusahaan,” kata aktivis PPBI divisi Advokasi, Estin Sriwahyuni, Kamis (17/1).

Investigasi yang dilakukan hampir dua minggu itu lanjut Estin juga menemukan tidak adanya safety pengoperasian robotik. Bahkan  lantaran tak ada safety robotik, sudah dua kali kecelakaan kerja.”Ada karyawan yang terkena hantam robot. Kejadian itu sudah dua kali terjadi,” bebernya.

Tak hanya itu, lemahnya perhatian perusahaan pada keselamatan kerja tambah aktivis perempuan ini juga pernah mengakibatkan teknisi yang tertabrak kereta karena mesin sensor rusak.”Sampai sekarang masih di rumah sakit. Perusahaan harus mengedepan keselamatan pekerja,” tegasnya.

Dalam hal pengolahan limbah, dalam Investigasi yang dilakukan tim PPBI juga menemukan fakta baru. Sebelumnya, limbah pabrik dibuang di belakang pabrik. Tindakan ini diduga yang menyebabkan timbulnya bau menyengat dari gorong-gorong.”Sekarang limbah disedot tapi masih menimbulkan bau,” terangnya.

Beberapa fakta yang ditemukan itu, tambah Estin menunjukan jika PT.Aice melanggar aturan yang berlaku seperti aturan K3 untuk pekerja dan pencemaran lingungan.

“Kita mendesak pihak terkait turun tangan, jika tetap membandel PT.Aice layak dapat sanksi sesuai aturan,” pungkasnya. (ari)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.