
By.Isfandiari MD
Pukul 9.00 Wib, Kampung Literasi, Tambakberas, Tambakrejo Jombang masih tak terlalu terik. Dr KH Hilmy Muhammad,MA Khatib Syuriah PBNU, Nyai Hj.Izza Farhatin Ilmi, mewakili tim penulis dan Nyai Fatimah Asri Mutmainah, Komisioner (KND-Komisi Nasional Disabilitas) didaulat di atas panggung dalam momen Bedah Buku Fikih Disabilitas (28/8) disokong Ipnu dan IPPNU disela sela Muktamar ke 35. Agar tertib acara ini dipandu intelektual muda cemerlang Abi S. Nugroho dari LAKPESDAM.
“Bedah buku ini penting agar kita punya pemahaman kepada penyandang disabilitas mental sosial (PDMP) bahwa mereka tak hanya dianggap tetapi juga difasilitasi dalam berbagai kegiatannya,” buka Kjai Hilmy.
“Stigma pada penyandang disabilitas mental psikososial sangat besar, kehadiran buku ini sangat penting,” tambahnya.
Hj.Izza terangkan isi buku secara umum termasuk ungkapan ungkapan dalam kitab. “Kalau masyarakat ada stigma dan pemerintah tidak punya perspektif bagaimana mereka bisa tertangani dan diberikan haknya?
Karena itulah penting dan alhamdulillah support nahdiyin besar seperti dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam-NU), Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) juga Pusat Rehabilitasi YAKKUM,” semangat Abi.
Moment kenapa bedah buku ini dilangsungkan di moment Muktamar, pasti punya latarbelakang.Semuanya hasil proses giat Forum Group Discussion (FGD) di kantor KND,Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur kelanjutan rekomendasi Halaqoh Pra-Muktamar NU ke-35 di Pesantren Ciganjur pada 18 Juli 2026 point ke 7: Mewujudkan NU yang inklusif atas penghormatan,perlindungan dan pemenuhan hak disabilitas dengan mengimplementasikan Fikih Penyandang Disabilitas, memperluas akses layanan,serta memastikan keterlibatan penyadnang disabilitas dalam seluruh jenjang organisasi dan bedan otonom, menjadi pokoh bahasan.
Kita tunggu, apakah hasil muktamar nanti berpihak pada disabilitas? Harusnya demikian ,karena ormas keagamaan baru dianggap besar bukan hanya kuantitas tapi kemampuan mereka melindungi minoritas termasuk sahabat Penyandang Disabilitas mental Psikososial. Mengutip pidato pertanggung jawaban KH.Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum periode 2020-2026 di sidang Pleno 2 (siang menjelang sore) Nu memang besar secara kuantitas tetapi yang terpenting besar secara kapasitas.” Selamat berjuang!





































