Para pembicara dari berbagai unsur, mulai pengusaha TIK Nasional, Aprindo hingga vendor teknologi dari Acer Taiwan memberikan solusi smart ritel di Surabaya, Kamis (26/9) sore. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Smart ritel mulai banyak diterapkan pelaku bisnis terutama ritel modern. Di banyak negara konsep ini sudah diterapkan. Tapi di Indonesia masih sebagian kecil ritel modern menerapkannya. Hanya 20 sampai 27 persen.

Ketua Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas) Jawa Timur, Okky Tri Hutomo mengatakan para peritel modern memang tidak boleh mengabaikan kecanggihan teknologi saat ini.

“Kalau masih ingin eksis ya harus berubah,” tandas Okky usai acara Taiwan Excellence di Surabaya, Kamis (26/9) sore.

Konsep smart ritel ini perlu diterapkan. Di konsep ini akan diketahui salah satunya jumlah pelanggan yang masuk ke toko setiap harinya.

Juga jenis kelamin, karakter konsumen dan kebiasaannya berbelanja. Sehingga ketika konsumen tersebut masuk ke toko, maka mesin display produk akan langsung produk yang dia butuhkan.

Misalnya jika pelanggan perempuan akan langsung dimunculkan produk perempuan, begitu pun sebaliknya. “Jadi orang yang semula tidak ingin membeli jadi tertarik membelinya,” tandas Okky.

Bisa juga diketahui lokasi-lokasi di dalam toko yang ramai dikunjungi konsumen. Bisa ditelaah mengapa lokasi itu sangat ramai, apakah karena ada produk promo atau karena sebab lain.

Sehingga pemilik toko bisa menyebarkan produk yang disukai konsumen itu ke tempat lain agar konsumen bisa menyebar ke seluruh toko. “Sangat penting bagi peritel jika itu dilakukan,” tandasnya.

Aptiknas sendiri kata Okky memfasilitasi pihak peritel yang hendak menerapkan konsep itu. Karena Aptiknas sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan teknologi canggih salah satunya dari Taiwan. “Kita bantu peritel untuk menerapkan konsep ini,” tukas Okky.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, pengusaha ritel di Indonesia sangat banyak. Konsep smart ritel ini memiliki potensi yang besar dikembangkan di republik ini.

Sampai saat ini ada 527 peritel yang menjadi anggota Aprindo dengan total toko sebanyak 27 ribu.

“Banyak sekali jumlahnya. Dan kami mendukung konsep ini karena untuk mengimbangi kecanggihan teknologi yang sudah ada,” ungkapnya.

Dengan konsep ini diharapkan para peritel bisa menaikkan kinerja usahanya. Dengan begitu kontribusi terhadap perekonomian juga bisa bertambah maksimal.

Apalagi di tahun ini, Aprindo menarget omset peritel yang tergabung bisa mencapai Rp255 triliun hingga Rp 260 triliun. Atau naik sembilan hingga 10 persen dari tahun sebelumnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry