ubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan pelaksanaan mujahadah Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (4/2/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

MALANG | duta.co – Luar biasa! Ratusan ribu waga nahdliyin bakal tumplek-blek jadi satu di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur untuk menghadiri Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU, Sabtu dan Minggu (7–8 Februari 2026) yang digelar PWNU Jawa Timur. Dalam Harlah 1 Abad NU ini, puncak acara akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

“Rasanya adem. Di Jawa Timur semua guyub, rukun, kompak. Bahkan wakila (diceritakan), PBNU akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh PWNU se-Indonesia, pada hari Sabtu 7 Februari. Informasinya Rakor ini sudah disampaikan kepada Gus Yahya selaku Ketua Umum dan Waketum Amin Said Husni. Hari ini, Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) sudah tilik lokasi,” ujar sumber duta.co di PBNU Jakarta, Kamis (5/2/26).

Dan, lanjutnya, ini bukan yang pertama (PWNU Jatim terasa PBNU). Saat pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (2024-2029) yang diselenggarakan di Lapangan Universitas KH Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Kabupaten Jombang, prosesi pelantikannya juga dihadiri seluruh PWNU se-Indonesia.

Drs H Saifullah Yusuf selaku Sekretaris Jenderal PBNU yang membacakan SK, menyebutnya pelantikan ini sangat istimewa. “Untuk pertama kalinya, ada prosesi pelantikan yang dihadiri dan disaksikan seluruh  ketua wilayah (PWNU) se-Indonesia,” ujar Sekjen PBNU Gus Ipul waktu itu.

Selanjutnya, KH Akhmad Said Asrori memimpin pelantikan mewakili Rais Aam PBNU. Usai melantik dengan membaiat para pengurus, ia kemudian mengajak seluruh tamu yang hadir untuk membaca Al-Fatihah. “Hadirin para kiai, baiat telah diikrarkan bersama, kami mohon Al-Fatihah satu kali untuk pengurus wilayah NU Jawa Timur ini agar mereka mendapatkan kekuatan lahir batin dan pertolongan dari Allah dalam menjalankan baiat tadi,” tuturnya.

Warga Muhammadiyah dan Jemaat Gereja Sambut Mujahadah Kubro

Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama pun ditunjukkan (kembali) Kota Malang. Salah satu wujud nyata datang dari warga Muhammadiyah yang siap menyambut nahdliyin dan juga Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel (Katedral Ijen) rela meniadakan acara rutinnya.

Gereja di jantung Jl Ijen Boulevard Kota Malang ini melakukan penyesuaian jadwal misa Hari Sabtu-Minggu demi mendukung kelancaran agenda besar keagamaan tersebut. Romo Paroki Katedral Ijen, Petrus Prihatin, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah adanya koordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Malang melalui pihak kecamatan. Koordinasi dilakukan menyusul penutupan sejumlah ruas jalan di kawasan Ijen yang menjadi salah satu ring utama pelaksanaan Mujahadah Kubro.

“Sehubungan dengan Perayaan Harlah ke-100 tahun (7-8 Februari 2026) dan penutupan beberapa titik jalan di sekitar Gereja, maka, Paroki mengambil kebijakan dengan berbagai macam pertimbangan, bahwa Misa di hari Sabtu (sore) dan Minggu (pagi) di Gereja Ijen DITIADAKAN. Berharap (jemaat) mengikuti Misa di Gereja lain yang tidak terdampak,” demikian pengumuman Romo Paroki dan DPP.

Ia menjelaskan, secara teknis Misa sebenarnya tetap bisa dilaksanakan. Namun, penutupan jalan berdampak pada akses umat menuju gereja, terutama terkait jarak parkir yang jauh dan keharusan berjalan kaki cukup lama. “Kalau misa tetap digelar, risikonya umat harus parkir jauh dan berjalan kaki cukup jauh. Setelah itu kami berdiskusi internal dengan pengurus gereja dan juga para uskup untuk meminta pertimbangan,” tambahnya kepada wartawan Times Indonesia.

Bukan hanya Gereja, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya juga mengimbau para calon penumpang agar mengatur waktu perjalanan lebih awal untuk menghindari risiko tertinggal kereta pada hari Mujahadah Kubro. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, juga menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan, terutama bagi pelanggan yang akan berangkat dari Stasiun Malang selama rangkaian kegiatan Harlah NU berlangsung. “Kami mengimbau seluruh pelanggan kereta api, khususnya yang akan berangkat dari Stasiun Malang pada 7 dan 8 Februari 2026, agar merencanakan perjalanan dengan baik menuju stasiun,” ungkap Mahendro, Rabu (4/2/2026).

Melihat sejumlah ruas jalan di sekitar pusat kota diperkirakan akan mengalami rekayasa lalu lintas hingga penutupan sementara. Beberapa jalur yang terdampak di antaranya Jalan Pahlawan Trip, Ijen, Retawu, Wilis, Semeru, Welirang, Lawu, Merapi, Buring, Guntur, Sumbing, serta kawasan Taman Slamet. Kondisi ini diperkirakan memengaruhi mobilitas kendaraan menuju Stasiun Malang.

Sebagai langkah alternatif, KAI menyarankan pelanggan mempertimbangkan keberangkatan melalui Stasiun Malang Kota Lama. Dari stasiun tersebut tersedia sejumlah layanan kereta jarak jauh, seperti KA Malabar, KA Matarmaja, KA Kertanegara, KA Brawijaya, KA Majapahit, hingga KA Malioboro Ekspres.

Meski berpotensi terjadi kepadatan di wilayah kota, KAI memastikan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan sesuai jadwal. Pihaknya menegaskan komitmen untuk menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penumpang selama masa kebgiatan berlangsung. “Pada akhir pekan, Stasiun Malang melayani sekitar 2.700 sampai 3.000 pelanggan per hari dengan total 13 perjalanan kereta api yang berangkat setiap harinya. Karena itu, ketepatan waktu penumpang menjadi faktor penting agar perjalanan tetap lancar,” jelasnya. (net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry