
JOMBANG | duta.co – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum untuk meneladani perjuangan ulama serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Salah satunya melalui kegiatan ziarah muassis atau pendiri yang sarat makna spiritual dan sejarah.
Ketua LAZISNU Jombang, Neng Santi Zaki, menyampaikan bahwa ziarah muassis bukan sekadar ritual seremonial, melainkan sarana menyegarkan semangat khidmah atau pengabdian sekaligus menghormati sejarah perjuangan para pendiri.
“Ziarah muassis pada momen Hari Santri menjadi sarana penyegaran semangat khidmah, penghormatan sejarah, dan penguatan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan bagi generasi penerus,” ungkapnya. Minggu (18/10).
Ia berharap, semangat perjuangan para ulama terus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada agama, masyarakat, dan bangsa. Dengan demikian, peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga mendorong generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan keutuhan bangsa.
“Kegiatan Ziarah Muassis (dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) memiliki beberapa tujuan penting, baik secara spiritual, sejarah, maupun kebangsaan.” pungkasnya (din)








































