SURABAYA | duta.co – Pas! Dalam rangka memperingati Hari Santri 22 Oktober 2020, Badan Pembinaan Umat DPW PKS DKI Jakarta, menggelar webinar bertajuk ‘Peran Ulama dan Santri dalam Menjaga Eksistensi NKRI dan Membangun Peradaban Bangsa’.

Webinar keempat yang berlangsung Ahad, (18/10/2020) pukul 19.30 ini, menghadirkan tokoh-tokoh NU dan pesantren.

“Tepat. Di saat kita didera berbagai masalah kebangsaan. Sekarang, saatnya kita kembali ke cita-cita awal, bagaimana para ulama, kiai dan santri berjuang untuk NKRI,” demikian disampaikan Hartono S.Kom, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyah (PPKN) kepada duta.co, Sabtu (17/10/2020) pagi.

Menurut Hartono, hari ini, terlihat jelas tanda-tanda ‘pembajakan’ cita-cita luhur para pejuang kemerdekaan. “Para ulama, kiai dan santri begitu ikhlas, mereka bertaruh nyawa merebut kemerdekaan demi NKRI. Mereka tidak berebut jabatan, tidak berebut mengeruk kekayaan. Paham, bahwa, kekayaan alam itu untuk kemakmuran rakyat. Hari ini, rasanya, semua itu sirna,” tegasnya.

Sebagai Keynote Speaker webinar kali ini, Drs Taufan Bakri, MSi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta. Ada nama KH Agus Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi), Pengasuh Pesantren Al-Masruriyyah,Tebuireng Jombang yang juga dikenal sebagai Cucu Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

“Gus Fahmi akan membedah ‘Peran KH M Hasyim Asy’ari dalam Kancah Perjuangan Bangsa’. Dari sini diharapkan umat, khususnya kader-kader PKS semakin paham misi besar yang diusung para Kiai NU dalam membangun peradaban bangsa,” demikian disampaikan anggota BPU DPW PKS DKI Jakarta.

Hadir pula Prof Agus Suradika, MPd. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi DKI Jakarta ini akan membahas ‘Peran KH Achmad Dahlan Dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa’. Selain itu, ada Dr KH Miftahurrahim Syarkun, Wakil Rektor Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng yang notabene  Penasehat Pusat Kajian KH M Hasyim Asy’ari.

Dr Mif akan berbicara soal ‘Kontribusi Ulama dan Santri dalam Meneguhkan Kedaulatan NKRI’. Acara yang dipandu Gunadi, ST, M, Sekbid BPU DPW PKS DKI Jakarta ini, rencananya ditutup oleh Dr Hidayat Nur Wahid (HNW).

“Generasi ini harus paham, bagaimana pahit getirnya para ulama, kiai, santri dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Harus juga meneladani pertisipasi dan kiprah ulama, santri dalam menjaga dan meneguhkan keutuhan NKRI. Dan, tentu, termasuk dalam pembentukan konstitusi negara,” jelas KH Mahmud Mahfudz Lc, MH dari BPU DPP PKS.  (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry