SURABAYA | duta.co – Hari pertama masuk sekolah di SD Bisma Dua diisi dengan Layanan Orientasi Siswa (LOS), Senin (15/7). Orientasi pengenalan sekolah ini dimulai dengan upacara dan dilanjutkan dengan pelepasan balon.

Acara yang dikemas dalam dua hari ini tidak hanya diikuti oleh siswa kelas 1, tapi juga  semua siswa SD Bisma Dua. Kegiatan ini dipandu langsung oleh jajaran guru SD Bisma Dua.

Tidak hanya LOS, SD Bisma Dua yang berlokasi di Kutisari Indah Barat VI/15 ini juga menggelar Layanan Orientasi Orang Tua (LOOT). Hanya saja, khusus untum orang tua hanya ikut pada hari pertama.

Kepala SD Bisma Dua Ahmad Hizbullah Fachry S. Psi ,  menjeaskan,  kegiatan LOS bertujuan untuk melayani siswa siswa kelas baru. Khususnya dalam beradaptasi dan maupun mengakrabkan dengan siswa lama.

“Layanan Orientasi Siswa kita ajak anak-anak paling tidak adaptasi. Adaptasi dulu saling mengenal terutama yang kelas atas harus tahu kalau dia punya adek,” katanya ditemui di sela-sela acara.

Fachry bercerita,  penyambutan siswa baru yang berlangsung dua hari ini juga dimeriahkan dengan pelepasan balon udara sebagai bentuk simbolis siswa agar cita-citanya terkabulkan.

“Sebagai simbolisasi dan kita berdoa bersama. Di balon itu kita tempelkan cita-cita anak-anak. Kita lepaskan ke atas dengan harapan kita berdoa juga kepada Allah semoga anak-anak ini jadi anak-anak sholeh sholehah dan cita-citanya terkabul,” ungkap Fachry.

Dia mengaku pelaksanaa  kegiatan LOS tahun ini lebih rumit dari pada tahun sebelumnya. Namun kerumitan tersebut bersifat positif.  “Tahun ini lebih rumit karna jumlah siswa baru kita nambah. Dari 35  sekarang 51 siswa. Jadi kita buat 2 romble.  Ada yang 25 anak dan 26 anak,” jelasnya.

Menurutnya, LOS selain mengenalkan lingkungan sekolah juga mengasah  sensitivitas untuk anak usia SD yang memang belum nampak. Tapi paling tidak   untuk hal itu bisa muncul. “Paling tidak kecerdasan interpersonalnya, menumbuhkan sikap kedewasaan serta sifat care (kepedulian) kepada orang lain juga muncul. Jadi seperti itu yang kita inginkan,” kata Fachr.

Khusus untuk LOOT,  adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberi arahan kepada wali murid siswa kelas 1 SD.  Pihak sekolah mengajak orang tua murid bekerjasama dalam mendidik putra putrinya. Sehingga ada  bentuk kerjasama antara pihak sekolah dengan orang tua,  tujuannya agar ada pengarahan dari sekolah untuk orang tua siswa baru.

“LOOT ini tujuannya agar ada pengarahan, pengarahan tentang kerjasama antara sekolah dengan orang tua siswa, karena itu sangat positif sekali,” jelasnya.

Fachry mengaku ada arahan dari pendidikan agar terus memberikan hal yang positif terkait isu zonasi. “Itu penting karena khawatirnya mereka merasa bagaiamana nilai yang sekarang ini dipakai? Wong saat ini nilai gak di pakai. Kemarin kan kita sempat tahu nilai tidak dipakai.  Lebih banyak ke zonasi. Jalur presatasi pun yang dipakai cuma 15%,” ungkapnya.

Selain diberi pengarahan orangtua siswa juga diajak untuk melihat lihat ruang kelas. Terutama kelas baru untuk siswa kelas 1. azi/Mg5/Mg6

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry