LCC : Lomba Cerdas Cermat digelar di Aula Kejari Kabupaten Kediri (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Pelaksanaan hari ketiga Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tingkat SMP dan MTs se-Kabupaten Kediri makin berlangsung seru, bertempat di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri, Rabu (20/11). Siswi perempuan lebih mendominasi daripada siswa, dalam menjawab pertanyaan dari dewan juri beranggotakan perwakilan Kejaksaan, Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.

Disampaikan Kajari Rohmadi SH melalui ketua panitia lomba, Ika Ayuningtyas Winarti .SH, bahwa harapan utama ingin dicapai menjadikan peserta anak didik memahami akan arti korupsi, fungsi Kejaksaan dan mampu dijadikan modal dasar dalam hidup di lingkungannya. Acara dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) sedunia tahun 2019 ini, diikuti 64 peserta dari dari perwakilan sekolah se-Kabupaten Kediri.

Salah satu guru pendamping ditemui disela-sela acara lomba, Eko Arif Nugroho dari SMP Islam Sejahtera Badas menyampaikan bahwa acara ini sangat bagus untuk pembelajaran anak didik. “Memiliki banyak manfaat karena berkaitan dengan masalah hukum di negeri kita. Jadi ini penting bagi mereka sebagai warga masyarakat dan bernegara paling tidak mereka sedikit banyak memahami tata kehidupan bernegara,” jelasnya.

Wujudkan Bebas Korupsi

LCC : Peserta dari SMPN 1 Semen, Ardiyan Hendra Pratama (Ahmad Mafruchi / duta.co)

Bagaimana menjadikan siswa memiliki wawasan tentang anti korupsi, terang Eko Arif Nugroho, sehingga nantinya bila anak didik ini menjadi pejabat dan kepala memiliki modal dasar yang kuat. “Harapannya kegiatan ini dijadikan rutin setiap tahun. Sehingga anak-anak terpacu untuk belajar tentang hukum dan tugas Kejaksaan,” jelas guru SMP Islam Sejahtera Badas

Meskipun kalah, namun tidak menjadikan patah semangat bagi Ardiyan Hendra Pratama, salah satu peserta lomba cerdas cermat mewakili  SMPN 1 Semen. Menurutnya, kegiatan lomba ini sangat bagus dan menjadikan dirinya memahami arti korupsi. ”Perlombaan ini sangat bagus untuk memajukan kita tentang pengertian korupsi, apalagi dalam peringatan Hari Anti Korupsi sedunia,” jelasnya.

Hendra pun berharap semoga tidak ada lagi warga Indonesia yang melakukan tindak pidana korupsi. “Saya inginnya lomba ini digelar setiap tahun dan pesertanya lebih banyak lagi. Kemudian tahun depan, saya ingin kembali tampil bila diberi kesempatan,” jelasnya.

Mencetak Generasi Anti Korupsi

LCC : Peserta dari SMP Islam Sejahtera Badas lolos babak penyisihan (Ahmad Mafruchi / duta.co)

Terlihat wajah sumringah pada perwakilan peserta dari SMP Islam Sejahtera Badas. Mereka pun memastikan diri lolos pada babak perempat final setelah mampu mengalahkan sejumlah sekolah yang selama ini dianggap favorit. Persiapan khusus memang telah dilakukan termasuk belajar dan membuka informasi di internat tentang hal-hal yang berkaitan dengan korupsi.

Dina Syelviana Hikmatin saat dikonfirmasi usai keluar dari ruangan lomba, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru pendamping dan kepala sekolah telah memberikan kesempatan. Pun juga dukungan orang tua dan semua teman-temannya satu sekolah. Menurutnya, lomba ini sangat penting dan wajib diikuti seluruh siswa bila ingin mengetahui seberapa mampu memahami hukum.

“Bagi saya lomba ini sangat penting, kami bisa mengetahaui kecerdasan dan kemampuan kita tentang pengetahuan korupsi. Kemudian melatih mental kita agar menjadi lebih percaya diri dan berani. Harapannya semoga kita dapat memenangkan kompetisi ini dan mampu menjadi penerus bangsa tidak melakukan tindak korupsi,” ucap Dina, siswa SMP Islam Sejahtera Badas. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry