dr Ainul Rofik,SpAn.KIC – Dosen Fakultas Kedokteran

Pada 12 November 2022 adalah Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58. Ini merupakan momentum untuk merayakan semangat hidup sehat pada masyarakat Indonesia.

Definisi sehat adalah keadaan sempurna secara fisik, mental, sosial, dan tidak hanya terbebas dari penyakit dan kecacatan. Negara kita masih menghadapi pandemi Covid-19, yang mana kondisi ini bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan juga ancaman resesi dunia.

Per 14/11/2022, pandemi di negara kita sudah menyebabkan 159.000 jiwa meninggal dunia dan setidaknya 6,56 juta terpapar Covid-19. Karena itu, kita harus mendukung sepenuhnya program pemerintah di bidang kesehatan. Hal ini merupakan bagian dari tanggungjawab kita sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan momentum saling mengingatkan masyarakat agar hidup sehat.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Pada dasarnya negara sudah menetapkan aturan terkait pandemi Covid-19. Yang pertama, terkait protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, mencuci tangan, menutup mulut saat batuk/bersin, menjaga jarak, pemantauan dan isolasi mandiri bagi yang dicurigai maupun yang positif Covid-19.

Kebijakan yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan vaksin. Mayoritas pasien yang masuk Rumah Sakit dilaporkan berasal dari mereka yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.

Aturan yang kedua, mobilisasi. Mulai dari pembatasan perjalanan, karantina, pemberlakuan jam malam, pembatalan/penundaan acara yang mengundang banyak orang, penutupan fasilitas, menghindari kontak dengan orang/daerah yang dicurigai maupun bergejala.

Aturan yang ketiga, akses penutupan batas negara, pembatasan penumpang masuk, screening  ketat, informasi perjalanan mengenai daerah dengan transmisi lokal. Sekalipun sekarang sudah lebih longgar, hal ini tidak menutup kemungkinan untuk tetap waspada dan berhati-hati jika melakukan perjalanan jauh.

Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam menaati aturan dari pemerintah. Dengan menjalankan pola hidup sehat, melakukan olahraga bersama, yang mana bisa dimulai dari hal yang paling sederhana seperti membudayakan rutin jalan kaki, menghindari penggunaan lift/naik tangga (jika tidak perlu), Jumat bergerak, sepeda santai, dan lain sebagainya.

Selain itu masyarakat juga bisa saling memberikan informasi tempat pelayanan dan informasi edukasi kesehatan. Sebagai upaya mengubah langkah dari kuratif menjadi promotif dan preventif.

Puskesmas bisa menjadi ujung tombak pelayanan promotif dan preventif. Puskesmas juga menjadi kunci, karena merupakan fasilitas kesehatan yang kontak pertama dengan masyarakat sakit yang berobat (terutama di era BPJS ini).

Namun, sayangnya Puskesmas belum dimanfaatkan secara maksimal, masih banyak Puskesmas yang kekurangan tenaga dokter/medis/paramedis yang lain, maupun kekurangan sarana prasarana.

Pemanfaatan Puskesmas dapat dimulai dari kesadaran diri masyarakat untuk lebih melek terhadap kebutuhan dan informasi tempat pelayanan kesehatan di sekitar tempat tinggal. Peringatan HKN ini seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga negara Indonesia bisa bangkit dengan didukung bangsa yang sehat dan kuat. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry