Tim gabungan pada hari kedua saat melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran. (Foto/Ardi)

LAMONGAN | duta.co – Memasuki hari kedua pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, tim gabungan belum berhasil menemukan korban.

Pencarian lanjutan dimulai sejak pukul 08.00 WIB, Rabu (4/2/2025). Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP., bersama Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur memimpin langsung apel pencarian di lokasi kejadian.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Lamongan, relawan, serta instansi terkait lainnya.

Dalam operasi pencarian hari kedua ini, petugas mengerahkan tiga unit perahu karet, masing-masing satu unit dari Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan.

Pencarian difokuskan dengan menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai dan cuaca.

Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa peristiwa tenggelamnya korban terjadi pada Selasa (3/2/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban berinisial MN (13) diketahui berenang bersama temannya di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di area Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal.

“Ketika berenang, korban MN diduga kelelahan dan sempat meminta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh seorang penjual es di sekitar lokasi yang kemudian bersama warga berusaha memberikan pertolongan,” ujar Hamzaid.

Dalam kejadian tersebut, satu anak berinisial R (14) berhasil diselamatkan oleh warga, sementara korban MN hingga kini belum ditemukan.

Upaya pencarian pada hari pertama sempat dihentikan akibat hujan deras disertai angin kencang yang membahayakan keselamatan petugas.

Hamzaid juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai maupun perairan terbuka, khususnya saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

“Orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan demi mencegah kejadian serupa,” imbaunya.

Polres Lamongan bersama tim gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan pencarian secara maksimal serta bersinergi dengan seluruh pihak demi keselamatan dan kemanusiaan. (ard)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry