
SITUBONDO | duta.co – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1446 H pada hari kedua, Rutan kelas IIB Situbondo mencatat 400 lebih masyarakat mengunjungi rutan untuk membesuk keluarganya yang sedang menjalani masa hukuman, Selasa (1/4/2025).
“Layanan kunjungan khusus hari raya Idul Fitri 1446 H di Rutan Situbondo dibuka sejak pagi hari. Sejak pagi, ratusan keluarga Warga Binaan Rutan Situbondo mulai berdatangan dengan wajah penuh kerinduan. Pertemuan yang berlangsung di area kunjungan ini menjadi momen emosional, dimana banyak warga binaan dan keluarga saling berpelukan dan meneteskan air mata kebahagiaan,” ujar Plt. Kepala Rutan Situbondo, Julandra Wikjatmiko.
Keluarga dan Warga Binaan terlihat penuh suka cita bisa merayakan momen kemenangan ini bersama keluarga tercinta di dalam Rutan Situbondo.
“Untuk kunjungan khusus hari raya idul fitri 1446 H jajaran Rutan Situbondo memberikan kebijakan khusus untuk keluarga WBP yang berkunjung dengan ketentuan 4 orang dewasa dan anak-anak secukupnya,” jelas Plt Karutan Situbondo.
Sebelum layanan kunjungan berlangsung, kata Plt Kepala Rutan Situbondo, sudah dilakukan persiapan yang matang guna mengantisipasi lonjakan keluarga yang ingin bertemu dengan warga binaan yang berada di dalam Rutan.
“Kunjungan hari ke dua sejumlah masyarakat begitu antusias hadir mengunjungi keluarganya yang sedang menjalani masa pidana di Rutan Situbondo. Tangisan haru juga menghiasi pertemuan WBP dan keluarganya,” tambah Julandra Wikjatmiko.
Tak hanya itu yang disampaikan Plt Karutan Situbondo, namun dia mengatakan, demi kelancaran kunjungan, Rutan Situbondo telah membentuk Tim Layanan Kunjungan Idul Fitri 1446 H, mulai dari petugas pendaftaran, penggeledahan, hingga bantuan pengamanan dari TNI-Polri.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran petugas yang telah melaksanakan tugas pelayanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Alhamdulillah, seluruh pelayanan kunjungan telah terlaksana dengan baik, tertib dan kondusif. Semoga 3 hari kedepan juga dalam kondisi yang baik dan tetap aman terkendali”, pungkas Julandra.
Penulis: Heru Hartanto
Editor: Nizham Alkafy





































