
JOMBANG | duta.co — Bupati Jombang H. Warsubi meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Jombang ke-116 dalam pembukaan Jombang Fest 2026 di GOR Merdeka Jombang, Jumat (2/10/2026) malam. Mengusung tema “Jombang Berbudaya, Bersama Berkarya, Jombang Berdaya”, event ini diarahkan untuk menggerakkan budaya lokal, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Peluncuran logo ditandai penekanan sirine oleh Bupati Warsubi bersama Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, serta jajaran Forkopimda.Logo angka 116 memadukan identitas budaya Jombang, mulai Kopya Besutan, Candi Arimbi, Penari Remo, hingga figur yang saling merangkul. Unsur tersebut menggambarkan kerukunan, harmoni sosial, dan kekayaan tradisi masyarakat Jombang.
Warsubi mengatakan Jombang Fest 2026 bukan sekadar perayaan Hari Jadi Jombang, tetapi diharapkan menjadi ruang bersama yang memberi dampak bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Jombang Fest ini kami hadirkan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang. Namun, yang paling penting, Jombang Fest ini adalah gawe kita bersama, gawe masyarakat Jombang,” ujar Warsubi.
Menurutnya, budaya lokal, UMKM, industri kreatif, komunitas, dan generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
“Kami ingin budaya lokal semakin dikenal, UMKM dan produk unggulan Jombang semakin luas pasarnya, industri kreatif terus tumbuh, dan generasi muda serta komunitas mendapatkan panggung untuk berkarya,” katanya.
Ketua Panitia Jombang Fest 2026, Syaiful Anwar, mengatakan rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan olahraga, seni budaya, dan UMKM Expo, tetapi juga agenda religi dan sosial.
Di antaranya Jombang Bersholawat bersama Gus Iqdam, khitan massal gratis bagi 210 anak dari 21 kecamatan, serta operasi katarak gratis yang diikuti 116 peserta.
Rangkaian Jombang Fest 2026 dibuka dengan 3X3 Basketball Competition Se-Jawa Timur pada 2–4 Oktober. Berbagai agenda olahraga, seni budaya, religi, UMKM Expo, dan hiburan masyarakat kemudian digelar hingga puncak acara pada 24 Oktober 2026.
Malam peluncuran logo juga dimeriahkan Komunitas Keroncong Anak Jombang (KKAJ), tari kolosal “JOMBANG NYAWIJI”, pembagian merchandise, serta penampilan Twenty NINE Band.
Tari kolosal persembahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang tersebut mengangkat perjalanan peradaban Jombang, mulai era Kahuripan, Wayang Topeng Jatiduwur, legenda Kebo Kicak dan Surontanu, hingga kiprah KH Hasyim Asy’ari yang memperkuat identitas Jombang sebagai daerah santri.
Jombang Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Jombang ke-116 dengan menggabungkan budaya, olahraga, religi, kreativitas, kegiatan sosial, dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. (din)






































