JAKARTA | duta.co – Ribuan awak mobil tangki (AMT) Pertamina hari ini, Senin (19/6/2017), menggelar aksi mogok nasional. Mogok dimulai sejak pukul 00.00 WIB. Aksi yang digalang Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPBI) ini diklaim melibatkan ribuan sopir dari 11 depot Pertamina di sejumlah daerah di Indonesia.

“Perangkat pemogokan sudah siap 100 persen sejak malam ini. Kami menyediakan tenda, atribut, spanduk dan lain-lain. Akan ada ribuan sopir yang mogok. Aksi ini berlangsung hingga 26 Juni, namun semuanya tergantung hasil perundingan di lapangan,” kata Wadi Atmawijaya, Humas FBTPBI.

Di Jakarta, aksi mogok akan terkonsentrasi di Depot Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Ada empat tuntutan yang diusung para sopir atau AMT dalam aksi kali ini. Tuntutan pertama adalah agar para sopir diangkat menjadi karyawan tetap oleh dua anak usaha Pertamina, yakni Pertamina Agra Niaga dan El Nusa.

Wadi mengatakan, tuntutan ini lantaran perusahaan tempat mereka bernaung kerap menyulitkan pekerja untuk menjadi karyawan tetap.

Perusahaan, menurut Wadi, melakukannya dengan berbagai cara, termasuk dengan tidak meloloskan pekerja saat tes seleksi.  “Tuntutan kami ini sesuai dengan nota dari suku dinas tenaga kerja beberapa waktu lalu yang menyarankan perusahaan mengeluarkan SK pengangkatan menjadi karyawan tetap di Pertamina Agra Niaga,” ujarnya.

Tuntutan lain terkait uang lembur. Wadi mengungkapkan, sejak bekerja 2007 silam, para sopir tangki tak pernah mendapat uang lembur. Padahal, Wadi mengklaim banyak sopir yang bekerja lebih dari delapan jam sehari.

“Kami juga menuntut Pertamina mengubah sistem kerja menjadi delapan jam kerja sehari. Kami menuntut perusahaan mempekerjakan lagi rekan-rekan kami yang di-PHK,” katanya.

Ini bukan aksi mogok pertama yang digelar oleh AMT. Wadi mengatakan, AMT sebelumnya juga telah menggelar aksi yang sama pada November 2016. Aksi pertama sempat dimediasi oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan menghasilkan sejumlah kesepakatan antara Pertamina dan AMT.

Kesepakatan tersebut antara lain mempekerjakan lagi AMT yang mengikuti aksi, mengubah sistem kerja, membayar pesangon karyawan yang di-PHK, dan membayar BPJS Tenaga Kerja para sopir. “Tapi baru satu poin yang dipenuhi oleh mereka,” ujarnya.

Wadi menegaskan, aksi mogok hari ini berlangsung hingga 26 Juni kecuali ada kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara Pertamina dan AMT.  Aksi mogok akan melibatkan 11 depot di sejumlah daerah seperti di Plumpang, Banyuwangi, Surabaya, Padalarang, dan Makassar. net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan