Harga Mati! Ratusan Kades Sepakat Digelar Pilkades Serentak se-Kabupaten Kediri

8331
PILKADES : Ratusan kades saat menggelar aksi di depan Pendopo Kabupaten Kediri (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Ratusan kepala desa se-Kabupaten Kediri terlihat lesehan di Alun-Alun Kota Kediri, Jumat (26/07/2019). Kehadiran mereka sebagai bentuk solidaritas memberikan dukungan sejumlah kades menggelar pertemuan dengan tim Pemerintah Kabupaten Kediri dihadiri Ir. H. Sutrisno.

Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat terkait dan tim hukum dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Ironisnya, Ketua Paguyuban Kepala Desa (PKD) Johansyah Iwan Wahyudi tidak diundang, hanya 26 kades perwakilan dari setiap kecamatan. Dengan agenda pembahasan Pilkades Serentak.

“Saya tidak tahu, ada skenario apa, hendak mengadudomba kami atau sengaja mengalihkan perhatian. Namun kami yakin, sahabat-sahabat kades tetap pada satu komando dalam satu perjuangan,” jelasnya.

Pertemuan dimulai pukul 13.00wib ini, dikabarkan sempat terjadi debat karena sejumlah kades meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kediri, dr. Hj. Hariyanti Sutrisno untuk menetapkan digelar semuanya.

Sengaja Tebang Pilih Kades Diundang

PILKADES : Ratusan kades saat menggelar aksi di depan Pendopo Kabupaten Kediri (Nanang Priyo/duta.co)

“Saya juga heran kenapa yang menemui Pak Sutrisno, kita butuh jawaban tegas dari ibu bupati bukan suami bupati,” tegas Mohammad Shobiri, Kades Tugurejo Kecamatan Ngasem.

Dia pun bersama kades lainnya merasa galau, kenapa ada pihak tertentu ingin Kabupaten Kediri kacau dengan mempermainkan kades. “Padahal sesuai aturan jelas, kemudian harusnya jawabnya Jumat yang kemarin, bukan hari ini. Katanya dimusyawarahkan dengan tim, para kepala Kabag Hukum, Inspektorat dan DPMPD. Kita akan nyanyi Senin besok di kantor pemkab,” tegasnya.

Ratusan Kades Akan Gelar Aksi Duduki Kantor Bupati

PILKADES : Ratusan kades saat menggelar aksi di depan Pendopo Kabupaten Kediri (Nanang Priyo/duta.co)

Penyesalan disampaikan perwakilan PKD, Abdul Hamid menjabat Kades Kwadungan Kecamatan Ngasem. Pertama kenapa yang diundang justru kepala desa tertentu, sementara yang lain tidak boleh masuk. “Meski demikian saya salut, teman-teman yang diundang tetap bersikukuh untuk digelar Pilkades Serentak diikuti 250 desa se-Kabupaten Kediri,” tegasnya.

Usai berkumpul di Alun-Alun, jajaran Polres Kediri Kota yang turut diterjunkan melakukan pengamanan, kemudian membubarkan diri secara tertib menjelangf Maghrib. Sebelum akan menggelar aksi di Istana Negara, dikabarkan pada Senin besok, seluruh kekuatan para kepala desa akan menggelar aksi untuk bertemu Bupati Kediri. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry