JAKARTA | duta.co –Pemerintah harus ekstra hati-hati mengatasi ekonomi yang kian memburuk. Ironisnya, menurut Ekonom senior, Dr Rizal Ramli pengelolaan ekonomi saat ini sebatas medioker alias biasa-biasa saja. Artinya, ekonomi Indonesia dikelola tidak dengan istimewa, kerja keras dan tidak sungguh-sungguh.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menentukan kebijakan ekonomi, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, kenaikan harga BBM yang ditentukan dengan pertimbangan tidak matang, justru bisa menjatuhkan pemerintah sendiri.

Kenaikan harga BBM yang memberatkan masyarakat bisa memicu demo besar-besaran. Demo besar-besaran itu bisa saja menjatuhkan pemerintahan yang tengah berkuasa.

“Ini tidak hanya di Indonesia tapi di banyak negara dan bisa membuat demo besar-besaran dan menjatuhkan pemerintah. Makanya kita hati-hati mengelola BBM,” katanya dalam diskusi bertajuk “BBM dan Situasi Kita” di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).

Hal itu diungkapkan Kardaya menanggapi dibatalkannya alias “maju mandur” kenaikan harga BBM jenis premium baru-baru ini. Lebih lanjut politisi Partai Gerindra ini mengaku, sempat menanyakan langsung kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan dalam rapat kerja (Raker) di Komisi VII terkait kenaikan harga minyak dunia.

“Saya tanya Menteri ESDM kalau harga minyak dunia naik apa yang akan dilakukan pemerintah,” ucapnya.

Namun hingga akhir Raker yang berlangsung sekira sebulan yang lalu itu, Ignatius Jonan belum memberikan jawaban pasti. Padahal, pemerintah harus mempersiapkan langkah tepat terkait kenaikan harga minyak dunia tersebut. “Tapi sampai rapat berakhir tidak ada jawaban. Itu tiga minggu yang lalu,” pungkas Kardaya.

Inilah yang oleh sejumlah pengamat disebut sebagai beleid bingung. Padahal, cepat atau lambat, ketika rupiah terpuruk, maka, kenaikan harga BBM adalah risikonya. Tetapi, kalau risiko itu diambil sama saja membiarkan Jokowi ‘terjerembab’ di SPBU. Pilpres 2019 semakin suram, karena rakyat sudah muak. (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.