
JOMBANG | duta.co – Tuntas sudah, polemik soal posisi Ketua PWNU Jawa Timur. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah menunjuk KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menggantikan KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua PWNU Jatim.
“Alhamdulillah. Dengan tampilnya Gus Kikin, yakin NU Jawa Timur akan adem, sejuk. Tidak menggebu-gebu. Sebagai warga NU paling bawah, tentu risih kalau organisasi ini terkesan rebutan kekuasaan,” jelas KH Ali Mustawa, kiai kampung kepada duta.co, Kamis (11/1/24).
Menurut cucu almaghfurlah KH Sahlan, Sidorangu ini, NU adalah organisasi besar, menjadi panutan masyarakat luas. Bukan hanya warga nahdliyin, seluruh anak bangsa butuh eksistensi NU. Organisasi ini selalu mengedepankan kebersamaan, menjaga NKRI. “Ada tugas berat di ‘pundak’ NU,” tegasnya.
Seperti diberitakan banyak media, PBNU sudah mengambil kebijakan dalam rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah PBNU. Hasilnya, bulat menetapkan Gus Kikin menjadi Pj Ketua PWNU Jatim menggantikan KH Marzuki Mustamar yang dicopot pada 28 Desember 2023.
Sekjen PBNU, Saefullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, Gus Kikin, akan menjabat sampai Musyawarah Wilayah NU Jawa Timur yang rencananya digelar pada bulan Maret 2024 mendatang. Gus Ipul juga mengatakan, Gus Kikin ditunjuk dengan alasan berpengalaman dan sedang menjabat sebagai salah satu Ketua PBNU.
Ia menjelaskan, rapat gabungan itu dipimpin langsung Rais Aam KH Miftachul Akhyar. Hadir juga Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf serta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Adapun terkait pemberhentian KH Marzuki juga merupakan usulan dari Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur yang ditandatangani langsung oleh KH Anwar Mansyur.
Ia menjelaskan, masalah Ketua PWNU diberhentikan, sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Di Jawa Timur, Prof Dr KH Ali Maschan Moesa juga pernah diberhentikan dari jabatan Ketua PWNU. Namun saat itu KH Ali Maschan hingga saat ini masih aktif di jajaran Syuriyah PWNU Jawa Timur.
Gus Kikin Pribadi Sejuk
Sesungguhnya, Gus Kikin sudah diharapkan memimpin PWNU Jatim pada Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jatim di Ponpes Lirboyo Kediri, Minggu (29/7/2018). Ada tiga calon yang diharapkan, Gus Kikin (11 suara), KH Marzuki Mustamar (30 suara), dan KH Abdul Nasir Badrus (4 suara) dari 45 suara yang ada.
Sesuai tatib Konferwil NU Jatim, syarat dicalonkan minimal mendapatkan 17 suara dukungan. Dengan hasil tersebut KH Marzuki Mustamar yang langsung terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim untuk periode periode 2018–2023.
Semua Mafhum, Gus Kikin adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ialah putra almaghfurlah KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari Jalur ibu, nasab beliau bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH M Hasyim Asy’ari yang diperistri KH Ma’shum Ali, ahli falak asal Gresik dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah, atau kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Dari jalur ayah, nasab beliau bersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Nasyi’in Paculgowang, Jombang. Gus Kikin terhitung masih adik sepupu KH Anwar Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.
Gus Kikin didapuk memimpin Tebuireng setelah almaghfurlah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) wafat pada Februari 2020 lalu. Gus Sholah sepertinya sudah mempersiapkan Gus Kikin sebagai pengganti beliau.
Pengusaha Sukses
Gus Kikin merupakan pengusaha di bidang minyak dan gas bumi. Ia tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), sebuah perusahaan migas nasional yang diberi amanat mengelola South East Madura Block. Wilayah kerja yang dikelola oleh kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) ini meliputi Sumenep dan Situbondo.
Ia dikenal sebagai ulama yang tawadhu dan rendah hati. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini kepada tebuireng.com. Sikap kerendahan hati itu ditunjukkan jika bergaul dengan orang-orang menengah ke bawah dan menengah ke atas.
“Gus Kikin pribadi yang humble (rendah hati), beliau ulama yang tawadhu. Tidak sungkan juga untuk selalu hormat, bukan hanya pada kalangan atas, tapi juga pada kalangan di bawah,” kata dia sebagaimana diunggah republika.co.id. (mky)







































